Suara Denpasar - Dokter Tirta geram dengan apa yang menimpa Jerome Polin. Influencer itu membuat konten yang menyinggung banyak pihak.
Youtuber cerdas itu membuat konten mengenakan jas dokter kemudian menarik dengan teks besar "Mohon maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin". Alhasil, Jerome Polin 'dirujak' netizen.
Jerome joged bersama Farhan Firmansyah dan Ekida Rehan. Keduanya adalah mahasiswa kedokteran yang sedang menjalani koas di sebuah rumah sakit.
Bagaimana awal konten ini dibuat? Jerome mengatakan bahwa dia diajak Farhan dan Ekida membuat konten TikTok.
Setelah diupload di akun TikTok Farhan, konten itu segera menuai banyak kritik.
Di akun Twitter, Dokter Tirta mengatakan dia ingin cuek dan tidak ingin membahas ini namun karena banyak teman yang ikutan dikritik, akhirnya dia turun tangan juga beropini.
"Dari awal, masalahnya bukan di @JeromePolin jadi jangan salah kaprah. Sejawat sejawat di twitter hanya peduli ama 2 koass itu: ekki dan farhan,"
"Jerome mau goyang salto pake jas ya ga terikat kodeki. Sampe capek ngetik ini," tambah dokter Tirta.
Kodeki adalah Kode Etik Kedokteran Indonesia. Menurut web UGM.ac.id, kodeki berisi kumpulan norma untuk menuntun dokter di Indonesia selaku kelompok profesi berpraktik di masyarakat.
Baca Juga: 5 Tips Perawatan Tanaman di Dalam Ruangan bagi Pemula, Yuk Terapkan!
"Dalam dokter ada yang namanya kodeki. Mau ente prakte atau nggak praktek, kodeki ini mengikat."
Menurut dokter Tirta, jika masih koas, Farhan dan Ekida masih terikat dengan universitas. "Yang berhak memberikan sanksi adalah bagian akademik prodi univ yang bersangkutan," paparnya. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
6 Fakta Tuntutan Mati Terdakwa Ririn, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu
-
Langgar 3 Ranah Hukum Sekaligus, Kementerian LH Gugat Produsen Oli Bekas di Tangerang
-
Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Novel Haru-Biru, Dua Kisah Menyentuh tentang Cinta dan Pengorbanan
-
5 Foundation Stick 'Dupe' Dior yang Bikin Wajah Auto Mulus, Harga Mulai Rp40 Ribuan
-
5 Weton Paling Ditakuti Makhluk Halus Menurut Primbon Jawa