Suara Denpasar - Anies Baswedan, intelektual Indonesia yang namanya mendunia, mungkin orang-orang menganggap ia selalu hidup berkecukupan, namun ternyata dugaan itu salah.
Meskipun Anies Baswedan selalu terlihat hidup berkecukupan, namun dirinya ternyata pernah merasakan hidup susah, dimana uang sakunya tidak cukup untuk menghidupi keluarga.
Mulanya, Anies Baswedan ditanya apakah dirinya pernah mengalami hidup susah, lalu Anies menjawabnya dengan membawakan cerita.
Cerita hidup susah mantan Gubernur DKI Jakarta itu diakui langsung oleh dirinya sendiri, pengakuan itu disampaikan Anies dalam podcast Merry Riana, kemudian potongan video itu juga diunggah oleh channel YouTube Anies Baswedan sebagaimana dilansir Suara Denpasar pada Rabu, (1/3/2023).
Berdasarkan pengakuan Anies, dirinya mengaku pernah hidup susah ketika kuliah di luar negeri. Waktu itu iya hanya mendapatkan uang saku sebesar 640 dollar.
Akan tetapi 970 dollar, namun 640 dollar dari gajinya harus langsung dibayarkan untuk biaya sewa apartemen.
Dengan begitu ia hanya punya uang sisa sebesar 330 dollar, sedangkan ia hidup di sana bersama sang istri dan sudah memiliki anak.
"Jadi, kami sebulan dapat stipend (bayaran/uang saku) sebagai asisten dosen, uang saku ya. Stipend bulanannya 970 dollar," ujar Anies dalam podcast tersebut.
"Tapi 640 nya langsung dipakai buat apartemen. Sisanya 300. Jadi pada masa itu saya harus kerja ekstra untuk mendapatkan pendapatan yang cukup," ujarnya melanjutkan.
Baca Juga: Hujan Lebat Seharian, Daerah Rawan Banjir di Batam Makin Banyak
Kemudian, Anies Baswedan menceritakan bahwa ia akhirnya memilih untuk jualan online untuk menambah penghasilan dan memenuhi kebutuhan hidup.
Anies juga menceritakan nama akun penjual atau nama toko online yg ia pakai ketika itu, nama akun yang digunakannya adalah Vancrane.
"Penjualnya (akun toko online) namanya Vancrane, karena saya tinggal di jalan Crane Drive," ujar Anies melanjutkan.
Anies Baswedan menjelaskan bahwa ia memulai kegiatan jualan online sebelum jual beli dengan sistem online marak di Indonesia.
Dirinya kemudian menjelaskan bahwa website yang digunakan ketika dulu berjualan masih jadul, dan untuk mengambil gambar produk ia harus melakukan scan gambar. Kemudian 2-3 tahun setelah itu barulah ia menggunakan foto digital.
Itulah cerita hidup susah dari Anies Baswedan, sosok yang sekarang menjadi bakal calon presiden dari koalisi perubahan itu ternyata pernah mengalami masa-masa sulit. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Jutaan Buku Dihancurkan, AI Bertambah Pintar: Haruskah Kita Merayakannya?
-
Pesantren Kini Bisa Bangun Dapur MBG Sendiri, Ini Syaratnya
-
Kombo dan Build Item Tersakit Saber di MLBB: Kabur kalau Ketemu 5 Hero Ini
-
5 Pilihan Body Scrub Ekstrak Green Tea untuk Merawat Kulit Cerah dan Halus
-
Driver Ojol Tasikmalaya Geram, Pemesan Misterius Diduga Sengaja Lakukan Order Fiktif Berulang
-
Ini Pilihan Warna Lipstik Maybelline Vinyl Ink yang Bikin Kulit Sawo Matang Jadi Glowing
-
6 Rekomendasi Sepatu Lari Specs Murah dan Awet, Cocok untuk Easy Run hingga Half Marathon
-
Setahun Kepergian Mpok Alpa, Suami Ungkap Pembagian Warisan
-
Mencicipi Nasi Telur Mang One Jambi: Telur Garing, Nasi Daun Jeruk, dan Sensasi Paru Mercon
-
Toyota Eco Youth ke-14 Digelar, Anak Muda Diajak Jadi EcoPioneer Dekarbonisasi