Suara Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster secara tegas mengatakan telah merancang Peraturan Gubernur (Pergub) yang akan diterapkan di tahun 2023 ini.
Pergub Bali itu mengatur khusus soal pariwisata dan memuat larangan tentang wisatawan menyewa motor dan mobil di luar dari agen resmi travel.
"Jadi pariwisata Bali ini harus bepergian untuk menggunakan mobil-mobil dari agen travel. Tidak dibolehkan lagi menggunakan mobil atau sepeda motor yang bukan dari travel agen," ucapnya di kantor Kemenkumham Provinsi Bali, Minggu (12/3).
Menanggapi pernyataan Koster tersebut Persadha Nusantara menganggap itu hanyalah sebuah reaksi yang bersifat sementara.
Hal itu disampaikan Waketum Persadha Nusantara Gede Suardana. Suardana menilai pernyataan tersebut adalah reaksi atas para turis yang tidak tertib berlalu lintas. Menurutnya hal tersebut bisa saja dilakukan apabila telah terbentuk sistem transportasi publik yang terintegrasi.
“Kebijakan pelarangan sewa sepeda motor bagi turis asing untuk menangani yang melanggar aturan berlalu lintas hanya sikap reaktif dan berdampak sementara. Jika ingin serius dan visioner sekalian saja bangun sistem transportasi publik terintegrasi di Bali ,” kata Waketum Persadha Nusantara Gede Suardana kepada wartawan, Senin (13/3/2023).
Selain itu, kata dia, banyaknya turis asing yang melanggar lalu lintas ketika berwisata sebagai dampak buruk dari belum terbangunnya sistem transportasi publik di pulau dewata.
“Harus dibuat rencana program jangka panjang. Gubernur segera membangun sistem transportasi publik terintegrasi di kawasan pariwisata untuk mengantisipasi kemacetan dan pelanggaran lalu lintas di kawasan wisata,” kata pria asal Buleleng itu.
Suardana menegaskan wisatawan di Bali juga harus mendapatkan kenyamanan. Salah satunya adalah dengan membuat sistem transportasi publik yang terintegrasi yang melibatkan pelaku pariwisata yang bergerak di bidang jasa transportasi.
Baca Juga: Buktikan Hubungannya Baik-baik saja, Thariq Halilintar Bawakan Kado ke Rumah Fuji yang Mahal
“Libatkan pelaku pariwisata untuk memberikan rasa nyaman dan aman wisatawan menggunakan moda transportasi publik,” sarannya. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Blak-blakan Soal Penggeledahan Polisi di Tengah Usut Korupsi MBG
-
Akal-akalan Jampidsus? Ngaku Rumah Sentul yang Digeledah Miliknya Sejak Lama, Kok Nggak Masuk LHKPN!
-
Airlangga Ungkap Biang Kerok Neraca Dagang Sempat Defisit, Impor BBM Jadi Pemicu
-
7 Tips Memilih Sepeda Gunung Sesuai Medan di Indonesia agar Tidak Salah Beli
-
Bupati Sukoharjo Kena OTT KPK, Uang Miliaran Rupiah Disita
-
Berapa Lama Wangi Parfum Mykonos? Sukses Jadi Parfum Terlaris di Shopee
-
5 Cara Memilih Sepatu Lari yang Tepat Menurut Atlet Agus Prayogo, Jangan Asal Mahal
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Bersejarah usai Bawa Prancis ke Semifinal, Kini Setara Lionel Messi
-
Pramono Anung Ungkap Komunikasi Terakhir dengan Rachmat Gobel Sepekan Sebelum Wafat
-
Jadi Momok, LSAK Desak Prabowo Cabut Perpres Pelindungan Jaksa oleh TNI