Suara Denpasar - Anggota DPR RI sekaligus politikus Golkar Kang Dedi Mulyadi menemui sosok Muhammad Sabil Fadhilah seorang guru SMK yang baru-baru ini viral.
Sabil, sapaan akrabnya, viral usai mengkritik Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan sebutan ‘maneh’ di Instagram Kang Emil.
Imbasnya Sabil dipecat dari sekolah tempatnya bekerja lantaran Ridwan Kamil melaporkan perbuatannya ke pihak sekolah.
Dalam kesempatan bertemu dengan Sabil, Kang Dedi Mulyadi menjelaskan beberapa tingkatan bahasa Sunda.
“Tetapi kalau dalam pandangan saya bahasa itu bukan kalimat ‘maneh’, bukan kalimat ‘sia’, bukan kalimat apapun tergantung hati kita,” kata Kang Dedi, dikutip dari Kanal Youtube KDM Channel, Sabtu (18/3/2023).
“Jadi walaupun bahasanya halus ya kalau hatinya benci, tetep aja nyelekit,” tambahnya.
Meski begitu, Kang Dedi menilai kasar atau tidaknya sebuah kalimat tergantung dengan konteksnya. Apabila konteksnya adalah bercanda maka hal tersebut lumrah saja.
“Tapi kalau bahasanya dianggap kasar, tapi hati kita adalah akrab, hereuy (bercanda),” katanya.
Ia kemudian menanyakan alasan Sabil berani memanggil orang nomor satu di Jawa Barat itu dengan panggilan tersebut, di mana ‘maneh’ merupakan kata pengganti ‘kamu’ yang kasar.
Baca Juga: Punya IQ Tinggi, El Rumi Blak-Blakan Pernah Jalani Bisnis Haram saat SMA: Biasanya Bisa Dapat..
“Konteks ‘maneh’ di situ apa?” tanya Kang Dedi diiringi tawa.
“Ya kalau konteks ‘maneh’ di situ sebenarnya sih lebih ke karena saya dan warga yang lainnya juga hafal sosok Beliau, sosok yang akrab, someah, lebih ke friendly,” jawab Sabil.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati