Suara Denpasar – Jelang lebaran banyak orang Indonesia akan melakukan mudik. Namun, penting untuk diingat untuk tetap menjaga ibadah selama mudik.
Ada beberapa Masjid yang bisa kalian kunjungi saat mudik. Selain untuk tempat istirahat dan beribadah, kalian juga bisa belajar sejarah di masjid tersebut.
Apa saja? Yuk simak empat masjid yang bisa kalian kunjungi saat mudik. Melansir dari akun Instagram @kemenpupr, berikut ulasannya.
1. Masjid Raya Sumatra Barat
Masjid Raya Sumatra Barat terletak di kota Padang. Masjid yang berada di jalan Trans - Sumatera ini punya arsitektur unik, yaitu atap yang serupa dengan atap rumah adat Minangkabau. Uniknya lagi, masjid ini juga dirancang tahan gempa.
2. Masjid Raya Syech Zahed
Masjid Raya Syech Zahed berada di jalur Tol Trans-Jawa di kota SurakartaSurakarta (Solo). Masjid yang diresmikan November 2022 dirancang serupa dengan Grand Mosque di Abu Dhabi. Ada 4 menara yang menjulang, 1 kubah yang utama yang dikelilingi kubah-kubah kecil dan ornamen bangunan Timur Tengah.
3. Masjid Pathok Negara Mlangi
Masjid yang berada di jalur Pansela (Pantai Selatan) ini berada di bawah naungan Keraton YogyakartaYogyakarta. Masjid Pathok Negara Mlangi dibangun pada tahun 1755 dan terletak di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tempat ini tidak sekedar tempat untuk beribadah. Dahulu masjid ini juga berfungsi sebagai batas wilayah dan pertahanan rakyat.
Perlu diketahui juga, jika Masjid Pathok Negara Mlangi merupakan salah satu masjid yang didirikan dari 5 Masjid Pathok Negara lainnya.
4. Masjid Agung Demak
Masjid yang masih kokoh berdiri sejak abad ke-15 ini terletak di Demak. Arsitektur masjid juga masih khas dengan budaya Jawa. Ada empat tiang utama yang disebut Soko Guru.
Tiang yang di sebelah barat laut didirikan oleh Sunan Bonang, di sisi tenggara didirikan oleh Sunan Gunung Jati, dan di sisi barat daya didirikan oleh Sunan Ampel. Sementara itu, tiang yang yang berada di sisi timur laut didirikan oleh Sunan Kalijaga.
Itulah empat masjid yang bisa kalian kunjungi saat mudik lebaran, versi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. Semoga membantu. (*)
Berita Terkait
-
Urai Potensi Kemacetan di Mudik Lebaran 2023, Jalur Tol Fungsional Solo-Yogyakarta Disiapkan
-
Ada Diskon Tiket Kereta Api 20% Nih, Cek Rute dan Cara Dapatnya
-
Tetap Bugar, Simak 4 Cara Memilih Suplemen yang Aman untuk Mudik
-
Jelang Arus Mudik, KST Makin Gencar Bantu Para Sopir Truk
-
Modus Penipuan QRIS Kotak Amal Masjid, Netizen Ungkap Dugaan Identitas Pelaku
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas