/
Senin, 17 April 2023 | 08:44 WIB
Fenomena Pengobatan Ida Dayak dari Kacamata Sains dan Pandangan Islam (TikTok)

Suara Denpasar - Pengobat tradisional asal Kalimantan yakni Ibu Ida Dayak namanya begitu fenomenal. Dia dikabarkan mampu menyembuhkan tulang bengkok hingga stroke lewat pijatan yang dilakukan. Bukan hanya itu, dia juga membawa minyak merah atau minyak bintang yang dikenal berkhasiat.

Dikutip dari laman Kementerian Agama, jelas Dr. H. Thobib Al-Asyhar, M.Si yang merupakan Dosen Psikologi Islam pada Pascasarjana SKSG Universitas Indonesia, Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama DIKTIS Kemenag.

"Tidak seperti Tabib lain, Ida Dayak melayani pengobatan secara gratis-tis, alias free cash. Caranya pun unik. Selain tampil dengan atribut budaya Dayak, pengobatan dilakukan dengan pijitan minyak Bintang secara sederhana, plus doa-doa dan tarian kecil khas suku Dayak," demikian dikutip, Senin 17 April 2023.

Pengobatan yang dilakukan pun terbilang humanis dan penuh kasih sayang. "Tidak sedikit tokoh publik memanfaatkan jasanya, seperti Hendropriyono (mantan panglima TNI), Guruh Soekarnoputra, Ali Mukhtar Ngabalin, dan masih banyak lagi," ujarnya.

Bahkan mantan Menteri Kesehatan, Fadhilah Supari, menurut pengakuannya di salah satu acara sebuah TV sempat meneteskan air mata setelah melihat di media betapa bahagianya rakyat yang mendapatkan pertolongan Ida Dayak.

Rakyat sangat terharu atas kebaikan dan kepedulian Ida Dayak yang ikhlas dan peduli tanpa bayaran. Ini kayaknya sebagai jalan keluar di tengah mahalnya pengobatan medis.

Namun tak sedikit pihak yang mencela dan menuduh praktik pengobatan Ida Dayak. Begitu juga dari kalangan kedokteran lewat ilmu medis dunia barat.

Lantas bagaimana pandangan Islam? Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi kerangka keilmuan dan logis. Banyak saintis muslim abad pertengahan yang berhasil menulis buku-buku kedokteran, sekaligus menjadi dokter.

Bahkan kitab "Kitab Al-Syifa" karya Ibnu Sina, pernah menjadi referensi bidang kedokteran oleh para dokter Barat selama 8 abad.

Baca Juga: Unggah Video Sedang Berdoa, Denise Chariesta Disemprot Netizen, 'Murahan Anda Mba...'

Kitab tersebut merupakan ensiklopedia filsafat penyembuhan. Kitab Ibnu Sina lainnya ada "al-Qanun fi al-Thibb", yaitu susunan kitab pemikiran kedokteran Yunani-Arab.

Saintis muslim medis lainnya seperti Abu al-Hasan Ali bin Sahl Rabban al-Thabari. Ia menulis kitab berjudul "Firdaus al-Hikmah" (Surga Hikmah) yang menjadi salah satu mahakarya ilmiah mengenai obat-obatan tertua dalam bahasa Arab. Ia juga menulis ensiklopedia mengenai pediatri dan tumbuh kembang anak.

Ada juga Al-Razi atau Abu Bakar Muhammad bin Zakariyya al-Razi. Di dunia barat ia dikenal dengan nama Rhazes atau Albubator. Ia merupakan dokter muslim terbesar dan ilmuwan yang paling produktif.

Bahkan ia disebut-sebut sebanding dengan Hippocrates dan Galen, yang merupakan dokter Yunani. Pada masanya, ia juga memimpin pengetahuan medis yang terkenal dalam menjaga kesehatan tubuh dan pikirian.

Namun demikian, selain berpijak pada aspek keilmuan medis dalam pengobatan, Islam telah mengenal juga pengobatan penyakit dengan pendekatan spiritual. Keduanya saling melengkapi.

Para saintis muslim bidang kedokteran selain mendasarkan pada penelitian empiristik, juga menggali berbagai hikmah di adalam Alquran dan Hadis melalui pendekatan spiritual.

Load More