Suara Denpasar - Alumni atau mantan politisi PDI Perjuangan Bali membentuk komunitas yang mereka beri nama sebagai Sesepuh Banteng Bali. Komunitas itu dideklarasikan di jalan Banteng, Denpasar, Bali, Kamis (18/5/2023) siang.
Jumlah Sesepuh Banteng Bali tersebut mencapai ribuan, namun yang baru terdata adalah 500 orang. Mereka adalah mantan politisi PDI Perjuangan yang tersebar di seluruh Bali.
Ketua Sesepuh Banteng Bali, I Made Arimbawa mengatakan tujuan dibentuknya Sesepuh Banteng Bali adalah sebagai forum pengarah kepada kader-kader PDI Perjuangan Bali. Sebab mereka adalah sesepuh atau orang tua yang harusnya bertugas memberi arahan apabila terjadi konflik antara kader.
"Tujuannya adalah pertama kami akan berupaya memberikan masukkan terhadap berjalannya partai, terhadap kepengurusan partai maupun kegiatan partai.
Yang kedua kami akan menengah apabila ada persoalan-persoalan karena kita berada di dunia politik tentu ada konflik dan konsensus maka kami akan berupaya menempatkan diri sebagai penengah. Sehingga konteks sesepuh ini sebagai orang tua, sebagai tutwuri handayani kami akan ada di belakang mendukung terus," ujar Arimbawa.
Selain itu Arimbawa mengatakan kendati mereka alumni, tetapi loyalitas terhadap PDI Perjuangan tetap mereka pegang teguh. Sehingga komunitas Sesepuh Banteng Bali siap melakukan gerakan apabila ada instruksi dari ketua umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
"Kapanpun diperlukan kita siap bergerak dalam rangka mendukung apapun yang menjadi arahan Bu Mega karena moto kami pro Mega pro Pancasila. Bahwa kita berada secara utuh di bawah komando Mega bersama jajaran tentu dalam hal ini adalah PDI Perjuangan," tandas Arimbawa. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Timnas Indonesia vs Timor Leste Sore Ini: Tim Garuda Diterpa Kabar Buruk
-
Soft Life Makin Populer: Saat Gen Z Lebih Pilih Hidup Tenang dan Seimbang
-
Bedak Shade Light Beige Cocok untuk Warna Kulit Apa? Ini 5 Rekomendasinya dari Produk Lokal
-
6 Daftar Mobil Listrik yang Dapat Subsidi Pemerintah, Terbaik untuk Libas Jalanan Kota
-
Profil Sitti Husniah Talenrang, Bupati Gowa yang Diperiksa Polisi Terkait Korupsi Seragam Sekolah
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG