Suara Denpasar- PSIS Semarang baru saja memperkenalkan amunisi anyarnya yang merupakan pemian asing asal Timor Leste, Paulo Gali Freitas.
Paulo Gali diresmikan PSIS Semarang pada Jumat (2/6/2023) untuk mengisi slot pemain asing dari ASEAN.
Meski Paulo Gali merupakan pemain asing, nilai pasarannya masih jauh di bawah dibandingkan skuad-skuad asing yang berkarir di Indonesia.
Dilansir melalui transfermarkt, nilai pasaran pemain anyar PSIS Semarang tersebut setara dengan Victor Igbonefo di Persib Bandung.
Keduanya, baik Victor maupun Paulo Gali saat ini memiliki nilai pasaran di bawah satu miliar yakni Rp896,08 juta. Bahkan nilai pasaran tersebut untuk pemain anyar PSIS Semarang itu bertahan sejak tahun 2021 lalu.
Untuk diketahui, sebelum diresmikan PSIS Semarang, Paulo Gali sebelumnya telah menjalani serangkaian tes baik itu medis maupun fisiknya.
Dikutip melalui website resmi klub, psis.co.id, CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi memaparkan, bahwa pemain kelahiran 31 Desember 2004 tersebut dikontrak dalam kurun waktu satu tahun kedepan untuk mengarungi kompetisi Liga 1 2023/2024 mendatang.
“Gali akan kami kontrak selama satu musim ke depan. Selamat bergabung, Gali. Semoga cepat beradaptasi dan membawa PSIS berprestasi di musim ini,” katanya.
Lebih lanjut, Yoyok Sukawi menjelaskan bahwa Paulo Gali bermain di beberapa posisi seperti sayap kanan atau kiri dan second striker.
Adapun alasan didatangkannya Paulo Gali untuk PSIS Semarang yakni untuk lebih memperkuat di lini depan tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar tersebut. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar