Suara Denpasar - Sebagai seorang figur publik, keluarga Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah tak lepas dari sorotan. Terutama ketika baru-baru ini Amena Hanna Nur Atta, putri pertama mereka, menjadi korban bully-an netizen.
Kasus ini masih ramai menjadi pembahasan. Sebab nyatanya, Atta Halilintar tak tinggal diam hingga sang pelaku bully pun akhirnya mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Namun, Atta Halilintar memang saat ini belum melanjutkan kasus tersebut ke meja hijau.
Saat hadir di podcast Deddy Corbuzier, pasangan suami istri tersebut pun ditanya oleh sang host mengapa tidak segera memenjarakan saja pelaku bully anak mereka.
"Jadi kita ini 'kan serba salah. 'Kan bersangkutan sama keluarga juga. Makanya kemarin aku sempet tulis di sosmed efek jera itu ada dua," kata Atta Halilintar seperti dilihat di kanal YouTube Deddy Corbuzier, Selasa (20/6/2023).
Lebih lanjut, dua efek jera yang dimaksud adalah karena hukum sosial dan hukum pidana atau perdata dan sebagainya. Menurut Atta Halilintar, efek jera jalur media sosial akan lebih tinggi dampaknya.
"Nah kalau kamu udah di-upload di sosmed itu masuk efek jera level yang udah cukup tinggi harusnya. Karena dengan udah viral itu pekerjaan hilang, terus susah dapet kerja, kepercayaan orang hilang," kata Atta Halilintar lagi.
Bahkan efek jera sosial bisa membuat orang dijauhi orang-orang terdekatnya. Menurutnya, itu adalah hal yang sangat berat efeknya bahkan bisa jadi lebih berat daripada efek penjara.
Oleh sebab itu, Atta Halilintar sebelumnya sudah melakukan persiapan untuk membawa kasus itu ke meja hijau. Namun, ia ingin melihat perkembangan situasinya lebih dulu.
Sementara itu, ini bukan kali pertama keluarga Atta Halilintar di-bully. Saat Aurel Hermansyah hamil anak pertama, ia sempat membawa kasus serupa ke meja hijau.
Baca Juga: Tragis! Anak 8 Tahun di Sumut Jadi Korban Rudapaksa Ayah dan Kakek
"Kemarin 'kan pas dia hamil pertama udah dipenjarain juga cuman waktu itu kita enggak terlalu viralin," lanjutnya.
(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Kecelakaan Truk Batu Bara di Jalur Sitinjau Lauik, Sopir Terluka Usai Banting Setir ke Selokan
-
UMR Naik, Tapi Hidup Tetap Berat: Kenapa Rasa Cukup Masih Jauh?
-
Tatapan Shaquille Adik Lula Lahfah ke Rebecca Klopper Jadi Sorotan, Auto Dijodoh-jodohkan
-
Geger Beda Data Sawit RI-Singapura: Indikasi Manipulasi Ekspor hingga 'Penyunatan' Harga Terkuak!
-
Sandy Walsh Ukir Sejarah, Jadi Pemain Pertama Indonesia yang Juara Liga Thailand
-
3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan
-
Rekrutmen BPJS Ketenagakerjaan 2026: Link, Syarat dan Posisi yang Dibutuhkan
-
Geger WNA Asal China Punya KTP Indonesia, Modus Licik 'Ubah Usia' Terbongkar di Makassar
-
Calon Pengantin Pria Ternyata Perempuan, Ketahuan Gara-Gara Uang Panai Rp250 Juta
-
Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan