/
Sabtu, 24 Juni 2023 | 19:00 WIB
Bikin Geger! Suami Tasyi Athasyia Ungkap Alasan Beri Gaji Kecil untuk Para Karyawannya (Instagram @tasyiiathasyia)

Suara Denpasar - Nama selebgram Tasyi Athasyia akhir-akhir ini juga mewarnai jagat maya. Hal ini lantaran dirinya dituduh berlaku tidak menyenangkan pada para karyawannya. Bahkan, ia juga mencari sorotan usai memberikan upah yang sangat kecil pada para karyawannya.

Melalui beberapa postingan para eks karyawan Tasyi, diketahui bahwa selebgram berkerudung ini menggaji para karyawan dibawah UMR.

Hal ini kemudian lantas menjadi gunjingan warganet. Pasalnya, gaya hidup sang selebgram dirasa sangat mewah namun tak memberikan gaji yang layak pada karyawannya.

Lama bungkam dari tudingan, Syech Zaki Alatas, suami Tasyi Athasyia meluruskan gosip tersebut. Menurutnya, gaji kecil tersebut memang diberikannya pada karyawan, namun hanya yang masih dalam masa percobaan.

"Kami memang kasih untuk yang probation itu 60 persen dari UMR," ujar Syekh Zaki saat menggelar jumpa pers di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, dikutip dari Suara.com pada Jumat (23/6/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Syech Zaki Alatas juga mengungkapkan bahwa hampir sebagian besar karyawan yang bekerja untuk Tasyi merupakan orang-orang yang minim pengalaman. Karena itulah, menurutnya wajar jika tidak langsung memberikan gaji besar kepada mereka.

"Orang kerja, yang baru pertama kali kerja, mayoritas cari experience (pengalaman) dulu kan. Kalau sudah punya, baru cari duit. Nah, orang yang kami hire juga sudah tahu kapasitasnya," lanjut Syech Zaki.

Syech Zaki juga mengungkap bahwa jika para karyawan sudah melewati masa percobaan, ia akan langsung memberikan gaji yang besar.

"Tergantung levelnya. Ada yang dua kali UMR, ada yang tiga kali UMR," terang Syech Zaki yang didampingi oleh kuasa hukumnya.

Baca Juga: Tasyi Cerita Tentang Penyakit Ain Pada Ashanty, Apa Itu Dan Cara Mencegahnya?

Dalam konferensi pers tersebut, suami Tasyi Athasyia ini juga menepis dugaan perilaku buruk sang selebgram kepada para karyawannya. Hal tersebut disebut hanya fitnah dari para “pesaing bisnis”. (*/Ana AP)

Load More