/
Sabtu, 01 Juli 2023 | 18:40 WIB
Cek Fakta: Innalillahi Alami Pendarahan Serius Usai Kecelakaan, Pedangdut Muda Meninggal Dunia? (YouTube RASIS)

Suara Denpasar – Baru-baru ini beredar kabar pedangdut muda meninggal alami pendarahan usai kecelakaan.

Kabar tersebut diunggah dan disebarkan oleh kanal YouTube RASIS pada Sabtu, 1 Juli 2023 hari ini, dengan video berdurasi 2 menit 39 detik, kemudian viral sampai ditonton seribu kali.

Video itu disebarkan dengan judul ‘INNALILLAHI: Alami Pendarahan Serius Usai Kecelakaan Pedangdut Muda Meninggal Dunia’, dilansir Suara Denpasar pada Sabtu, (1/7/2023).

Lantas bagaimana fakta dari berita tersebut? Tim Suara Denpasar melakukan penelusuran mendalam dan berikut inilah hasil cek faktanya.

CEK FAKTA

Setelah diputar, video dengan durasi 1 menit 39 detik itu menampilkan beberapa foto artis seperti Inul Daratista, Raffi Ahmad dan yang lainnya.

Selain itu, video tersebut juga diiringi oleh ucapan-ucapan belasungkawa dari sang narator.

“Dunia hiburan dangdut tanah air lagi-lagi diterpa kabar duka, kali ini pedangdut cantik muda meninggal dunia usai mengalami kecelakaan maut, innalillahi wa inna ilaihi rajiun,” ucapnya.

Pada awal video dan pada judul video tidak dijelaskan siapa sosok penyanyi dangdut muda yang baru meninggal.

Baca Juga: Syahnaz Sadiqah dan Jeje Govinda Tak Terlihat Sholat Ied Bersama Raffi Ahmad dan Keluarga

Namun, ternyata pada akhir video sang narator menyebut nama almarhumah mantan anggota Trio Macan, yaitu Chaca Sherly, sosok almarhumah yang dimaksud oleh sang narator.

Sementara itu, dikutip dari Antaranews.com, Chaca Sherly telah meninggal dunia sejak Selasa, 5 Januari 2021 lalu, bukan meninggal baru-baru ini, jadi berita itu merupakan berita lawas yang dimanipulasi demi mengundang penonton.

Narasinya bersifat manipulatif, seolah-olah meninggalnya Chaca baru terjadi hari ini, terlihar dari narasi ‘Kali ini’ dari ucapan sang narator.

Faktanya Chaca Sherly meninggal sejak tahun 2021, sedang video itu diunggah pada 1 Juli 2023.

KESIMPULAN

Berita tersebut merupakan berita lawas yang diolah menjadi berita manipulatif, mengundang seribu lebih penonton yang tertipu, sehingga dapat dikategorikan sebagai berita hoax. (*/Ana AP)

Load More