Suara Denpasar - Jakarta International Stadium (JIS) merupakan sebuah stadion megah di Jakarta yang saat ini diajukan PSSI kepada FIFA sebagai tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-17 pada November 2023 mendatang.
Akan tetapi, JIS belakangan ini terus mengundang polemik semenjak PSSI menyatakan bahwa stadion berkapasitas 82 ribu penonton itu perlu direnovasi lantaran belum sesuai dengan standar FIFA, baik dari segi kualitas rumput, akses penonton, maupun lahan parkir yang dinilai kurang memadai.
Merebaknya polemik JIS yang masih jadi perbincangan hangat, kini merembet ke masalah batalnya Piala Dunia U-20 yang gagal digelar di Indonesia.
Disebutkan PSSI Berbohong sebab gegara JIS akhirnya terkuak penyebab Piala Dunia U-20 batal bukan karena penolakan masyarakat Indonesia terhadap Israel.
Kabar ini disebarkan kanal YouTube FIFO FAMILY NEWS melalui sebuah video berdurasi 9 menit 11 detik dengan judul 'PSSI Berbohong! Gegara JIS Akhirnya Terkuak Penyebab Piala Dunia U-20 Batal Bukan Karena Israel'.
Pada sampul video, tersaji potret Erick Thohir dan Zainuddin Amali yang dilengkapi keterangan 'JIS Bikin Malu PSSI, Terbongkar Semua Alasan Pildun U20 Gagal di Indonesia'.
Video yang sudah diunggah pada 19 Juli 2023 lalu itu pun telah diputar sebanyak 50 ribu kali. Lantas, benarkah informasi tersebut?
CEK FAKTA:
Setelah ditelusuri, tayangan tersebut rupanya menyajikan potongan video dari salah satu perwakilan Paguyuban Sepakbola Timnas Indonesia (PSTI) yang mengkritik soal pemilihan kepengurusan PSSI di era Erick Thohir.
Baca Juga: PSIS Semarang Fix Tak Diperkuat Pemain Rp6,52 M Ini, Lini Serang Mahesa Jenar Terancam Ompong
Selanjutnya, disajikan cuplikan video beberapa narasumber yang tengah berdiskusi terkait alasan di balik pembatalan Piala Dunia U-20.
"Jadi, tidak semata-mata kedatangan tim Israel tapi ada ketidaksiapan infrastruktur," kata narasumber yang tidak diketahui namanya itu saat beropini terkait penyebab batalnya Piala Dunia U-20.
Tak hanya itu, pria berbaju kotak itu juga turut menyinggung soal Indonesia yang ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17.
"Kan kita baru dapet pengumuman Piala Dunia U-17 itu akhir Juni kan diumumkan sama Infantino. Padahal kepastian atau kabar itu sudah didapat tanggal 23 Maret," katanya.
Dari keterangan tersebut, tidak ada pernyataan yang menyatakan bahwa PSSI berbohong ataupun menyinggung soal masalah JIS yang jadi sebab terbongkarnya alasan batalnya Pildun U-20.
Sementara itu, dilansir dari laman resmi fifa.com, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi membatalkan penyelenggaraan Piala Dunia U202 2023 di Indonesia pada Rabu (29/3/2023) lalu.
Namun, dalam keterangan tertulisnya, FIFA hanya menyatakan batal menggelar Piala Dunia U20 2023 Indonesia karena "situasi terkini" di Tanah Air.
"FIFA telah memutuskan, karena keadaan saat ini, untuk menghapus Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20 2023," tulis pernyataan FIFA.
FIFA tak menjelaskan lebih jauh apa yang dimaksud dengan "situasi terkini". Namun, situasi itu disinyalir ada hubungannya dengan polemik timnas Israel di Piala Dunia U20 2023 Indonesia.
Terlebih, penolakan ini tak hanya datang dari masyarakat Indonesia, tetapi juga sederet pejabat seperti Gubernur Bali I Wayan Koster dan Ganjar Pranowo pun turut menolak kedatangan Israel dengan dalih memegang teguh kemerdekaan bagi negara Palestina.
Dengan demikian, dapat dipastikan informasi yang disajikan dalam video itu dikategorikan sebagai misleading content lantaran bersifat menyudutkan salah satu pihak. (*/Rizal)
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Malunya PSSI Saat FIFA Minta JIS Dijadikan Pusat Kegiatan Piala Dunia U-17
-
Cek Fakta: Berbeda Pendapat, FIFA Puji JIS, PSSI Sebut Rumput Stadion Manahan Solo Lebih Bagus?
-
Cek Fakta: PSSI Telan Malu! Kebohongan Terbongkar, FIFA Jadi Alasan Agar Bisa Ganti Rumput JIS?
-
Ketika JIS Dibandingkan dengan Sirkuit Mandalika, Sentil Ketua Umum PSSI Erick Thohir Jelang Piala Dunia U-17?
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Jangan Asal Tanda Tangan, Ini Fungsi dan Syarat SPK Mobil Baru yang Wajib Kamu Tahu
-
PSSI Tantang John Herdman Buktikan Kualitas di FIFA Series 2026
-
BPJS Dipimpin Jenderal: Bakal Makin 'Gercep' atau Malah Kaku?
-
Donald Trump Dihadapkan pada Tuntutan Pengembalian Dana Tarif Rp2.700 Triliun
-
Polisi Ungkap Jaringan TPPO Jual Beli Bayi Lintas Daerah, Beroperasi dari Jakarta hingga Papua
-
Menuju Solar Based Economy: Tantangan Regulasi dan Pendanaan Program PLTS 100 GW Presiden Prabowo
-
Wali Kota Makassar Usul Pembentukan Kecamatan Baru ke Kemendagri
-
Inara Rusli Diduga Sindir Istri Sah Insanul Fahmi, Bahas Cadar dan Nafkah
-
Indonesia Terbitkan Obligasi Euro dan Yuan, Gangdeng Tiga Bank Terkemuka
-
KPK Perluas Pemeriksaan Kasus Pemerasan di Pati, Mantan Pejabat hingga Kades Dipanggil