- Toyota memangkas produksi mobil di luar Jepang hingga 83.000 unit tahun ini akibat konflik Timur Tengah.
- Pabrik Toyota di Thailand dan Indonesia berpeluang terdampak penurunan produksi sebagai respon atas kondisi pasar global yang tidak stabil.
- Toyota menargetkan produksi 10 juta unit mobil tahun 2026 meskipun laba bersih diprediksi turun 22 persen dari tahun sebelumnya.
Suara.com - Toyota Motor berencana memangkas produksi mobil di luar Jepang sebanyak 83.000 unit hingga November tahun ini karena melemahnya permintaan akibat konflik yang belum berkesudahan di Timur Tengah, demikia diwartakan Nikkei Asia pekan ini.
Sebelumnya Toyota juga sudah memutuskan untuk memangkas produksi mobilnya di luar Jepang sebanyak 38.000 unit antara Mei sampai November mendatang, karena tersendatnya ekspor ke Timur Tengah menyusul konflik antara Amerika Serikat, Israel dan Iran.
Di Jepang sendiri, Toyota sudah mengurangi produksi hingga 40.000 unit pada Maret dan April lalu karena alasan yang sama. Selain itu merek mobil raksasa dunia itu juga akan memangkas produksi sekitar 1500 unit mobil antara Juni hingga September karena turunnya permintaan terhadap beberapa model kendaraan.
Pada pekan ini Toyota mulai menginformasikan ke para pemasok komponen bahwa pabrik-pabriknya akan mengurangi produksi. Pabrik-pabrik itu memproduksi mobil untuk pasar Timur Tengah dan Asia.
Adapun pabrik Toyota untuk kedua pasar itu berlokasi antara lain di Thailand dan Indonesia.
PT Toyota Motor Manufacturing (TMMIN) sebelumnya mengatakan pihaknya belum berencana mengurangi produksi mobil yang akan diekspor ke Timur Tengah. Alih-alih, produksi akan terus berlangsung dan pengiriman ke Timur Tengah akan menunggu situasi kondusif.
Di Jepang sendiri Toyota sudah memangkas produksi mobil untuk diekspor ke Timur Tengah hingga 40.000 unit.
Toyota sendiri berencana memproduksi 10 juta unit mobil pada tahun 2026 ini, naik 1 persen dari tahun lalu. Toyota juga memperkirakan laba bersih sebesar 3 triliun yen, turun 22 persen dari tahun lalu..
Perkiraan tersebut berpotensi dikoreksi lagi jika kondisi konflik di Timur Tengah tak kunjung mereda dan harga minyak dunia terus naik.
Baca Juga: Terpopuler: Skandal Keamanan Toyota Dapat Bintang 0, Mobil Keluarga Murah
Berita Terkait
-
Cara Menjaga Performa Mesin Toyota Modern dengan Pelumas Standar Balap
-
New GR Yaris Alami Perombakan Demi Peningkatan Handling dan Stabilitas di Jalur Rally
-
Punya Dana Mulai 40 Juta? Ini 6 MPV 7 Penumpang Bermesin 'Badak' yang Pantang Masuk Bengkel
-
Bukan LCGC, Ini 5 Mobil Bekas Irit BBM Mulai Rp 80 Jutaan
-
Strategi Harga BYD M6 DM Demi Tekuk Toyota Veloz Hybrid di Segmen MPV Elektrifikasi
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Rupiah Ambruk, Industri Otomotif Tak Akan Gegabah Naikkan Harga Mobil
-
Setara 80 Sapi Limosin untuk Kurban, Intip Spesifikasi Tunggangan Mewah Prabowo di Paris
-
5 Fakta Krusial Perawatan Baterai Motor Listrik yang Jarang Diketahui Pemilik Baru
-
Kabin Berlapis Kulit dan Panoramic Sunroof, SUV Mewah Ini Kini Cuma Dibanderol Setara LCGC
-
5 Pilihan Motor Jarak Jauh Paling Irit dan Tangguh, Ada Cruiser Ala Harley
-
Terpopuler: VinFast Digugat Pemerintah, Harga BBM Pertamina Jelang Idul Adha
-
Menkeu Purbaya Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Calon Pembeli Dipaksa Sabar Sebulan
-
GAIKINDO Tantang Merek Baru Berinvestasi Bukan Sekadar Cari Cuan di Indonesia
-
Dominasi AION UT Bayangi Kompetitor Segmen Hatchback Listrik Tanah Air
-
Serbuan Merek Baru di GIIAS 2026 Jadi Ujian Berat Pemain Lama Otomotif