Otomotif / Mobil
Rabu, 27 Mei 2026 | 20:05 WIB
Toyota memangkas produksi mobil di luar Jepang hingga 83.000 unit tahun ini akibat konflik Timur Tengah. [Toyota]
Baca 10 detik
  • Toyota memangkas produksi mobil di luar Jepang hingga 83.000 unit tahun ini akibat konflik Timur Tengah.
  • Pabrik Toyota di Thailand dan Indonesia berpeluang terdampak penurunan produksi sebagai respon atas kondisi pasar global yang tidak stabil.
  • Toyota menargetkan produksi 10 juta unit mobil tahun 2026 meskipun laba bersih diprediksi turun 22 persen dari tahun sebelumnya.

Suara.com - Toyota Motor berencana memangkas produksi mobil di luar Jepang sebanyak 83.000 unit hingga November tahun ini karena melemahnya permintaan akibat konflik yang belum berkesudahan di Timur Tengah, demikia diwartakan Nikkei Asia pekan ini.

Sebelumnya Toyota juga sudah memutuskan untuk memangkas produksi mobilnya di luar Jepang sebanyak 38.000 unit antara Mei sampai November mendatang, karena tersendatnya ekspor ke Timur Tengah menyusul konflik antara Amerika Serikat, Israel dan Iran.

Di Jepang sendiri, Toyota sudah mengurangi produksi hingga 40.000 unit pada Maret dan April lalu karena alasan yang sama. Selain itu merek mobil raksasa dunia itu juga akan memangkas produksi sekitar 1500 unit mobil antara Juni hingga September karena turunnya permintaan terhadap beberapa model kendaraan.

Pada pekan ini Toyota mulai menginformasikan ke para pemasok komponen bahwa pabrik-pabriknya akan mengurangi produksi. Pabrik-pabrik itu memproduksi mobil untuk pasar Timur Tengah dan Asia.

Adapun pabrik Toyota untuk kedua pasar itu berlokasi antara lain di Thailand dan Indonesia.

PT Toyota Motor Manufacturing (TMMIN) sebelumnya mengatakan pihaknya belum berencana mengurangi produksi mobil yang akan diekspor ke Timur Tengah. Alih-alih, produksi akan terus berlangsung dan pengiriman ke Timur Tengah akan menunggu situasi kondusif.

Di Jepang sendiri Toyota sudah memangkas produksi mobil untuk diekspor ke Timur Tengah hingga 40.000 unit.

Toyota sendiri berencana memproduksi 10 juta unit mobil pada tahun 2026 ini, naik 1 persen dari tahun lalu. Toyota juga memperkirakan laba bersih sebesar 3 triliun yen, turun 22 persen dari tahun lalu..

Perkiraan tersebut berpotensi dikoreksi lagi jika kondisi konflik di Timur Tengah tak kunjung mereda dan harga minyak dunia terus naik.

Baca Juga: Terpopuler: Skandal Keamanan Toyota Dapat Bintang 0, Mobil Keluarga Murah

Load More