Suara Denpasar – Persebaya Surabaya akan semakin gahar dengan hadirnya sosok Kepala Departemen Analisa tim yang baru yakni Rochmat Setiawan.
Pasca kemenangan melawan Bhayangkara FC pekan lalu yang sekaligus mengakhiri rentetan hasil buruk Persebaya dalam lima laga terakhirnya.
Manajemen tim berjuluk Bajul Ijo menunjuk Rochmat menjadi bagian dari tim pelatih Persebaya.
Meski sejauh ini Persebaya belum memiliki head coach baru pasca diistirahatkannya Aji Santoso. Tetapi Rochmat akan diminta langsung bekerja sama dengan carataker pelatih tim saat ini, Uston Nawawi.
Sosok Rochmat bukan sosok asing bagi Uston Nawawi karena keduanya pernah bahu membahu di tim Elite Pro Academy (EPA) U-20 Persebaya.
Saat itu Uston sebagai pelatih tim EPA U-20 Persebaya dan Rochmat berada di tim pelatih.
Mereka sukses mempersembahkan gelar juara EPA U-20 musim 2019 dan mengorbitkan pemain-pemain muda berbakat seperti Ernando Ari Sutaryadi, Rizky Ridho, dan Marselino Ferdinan yang sempat menjadi tulang punggung Persebaya dalam beberapa musim terakhir.
Sosok Rochmat juga tak asing bagi Manajer Persebaya, Yahya Alkatiri karena saat tim EPA U-20 Persebaya menjuarai EPA U-20 1019, Yahya menjabat sebagai manajer tim saat itu.
“Departemen analisa sebenarnya sudah pernah terbentuk tapi karena Covid-19, dihentikan. Kini demi merealisasikan target juara, kita jalankan dan sempurnakan lagi,” ungkap Yahya dilansir Suara Denpasar dari laman resmi klub, Kamis (10/8/2023).
Baca Juga: Management Persebaya Dikaitkan dengan 2 Nama Pelatih, Bonek Justru Tuntut Ini
Yahya berbaharap bergabungnya Rochmat dapat membawa Persebaya tampil konsisten dengan meraup hasil positif disetiap laga yang dilakoni.
“Semoga bisa membantu permainan Persebaya lebih baik lagi, Insya Allah,” harap eks manajer Persik Kediri itu. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik