Suara Denpasar – Ditengah ramainya isu soal Thomas Doll tidak menghargai kepetingan negara lantaran menahan pemainnya demi Timnas Indonesia. Ada kabar yang mengatakan bahwa PSSI usir paksa Thomas Doll dari Indonesia.
Kabar soal PSSI usir paksa Thomas Doll dari Indonesia tersebut disampaikan oleh channel Youtube bernama SPORT NEWS melalui unggahan videonya yang berjudul:
"RIWAYAT PENGHIANAT TAMAT!!PSSI USIR PAKSA PELATIH PERSIJA JAKARTA THOMAS DOLL DARI INDONESIA...,” judul dalam video tersebut.
Selain itu, foto thumbnail yang digunakan dalam video tersebut memperlihatkan sosok Thomas Doll yang mengenakan baju tahanan, keluar dari rumahnya tengah digeruduk media.
Selain itu, ada juga narasi yang tertulis dalam foto thumbnail video tersebut yang berbunyi.
“TAK HARGAI KEPENTINGAN NEGARA, PSSI USIR PAKSA THOMAS DOLL DARI INDONESIA,” bunyi narasi dalam thumbnail video tersebut.
Hingga kini, video tersebut sudah ditonton sebanyak 560 ribu penayangan publik.
Lantas, apakah klaim berita tersebut benar?
CEK FAKTA:
Setelah dilakukan penelusuran dengan menonton video tersebut secara utuh, tidak ada klaim resmi atau bukti valid yang mengatakan bahwa PSSI usir Thomas Doll dari Indonesia.
Video tersebut diawali dengan memperlihatkan moment Manajer Timnas Indonesia, Sumardji memberikan kritikan terhadap tindakan Thomas Doll yang menahan pemain ke Timnas Indonesia.
Selanjutnya, narator menceritakan soal Thomas Doll yang masih menahan pemain Persija ke Timnas Indonesia dengan alasan Piala AFF tidak ada dalam kalender FIFA.
Kemudian narator menceritakan keputusan Shin Tae-yong untuk memanggil Kanu Helmiawan sebagai ganti Rizky Ridho yang tidak dilepas Thomas Doll.
Sementara itu, dari laman PSSI sendiri tidak ada kabar yang mengatakan jika pihak PSSI usir Thomas Doll dari Indonesia.
Kesimpulan
Jadi bedasarkan penjelasan diatas, disimpulkan jika klaim berita yang mengatakan PSSI usir Thomas Doll dari Indonesia lantaran dianggap tidak menghormati kepentingan negara adalah berita palsu alias hoax. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan