Suara Denpasar - Striker andalan timnas Indonesia U-23 yang memiliki nilai transfer sebesar Rp4,78 miliar, Ramadhan Sananta mendapatkan pengakuan yang sangat positif dari rekannya, Rafael Struick.
Bahkan, Struick memberikan tantangan kepada Ramadhan Sananta untuk menerima tawaran jika ada kesempatan untuk bermain di luar negeri.
Ramadhan Sananta adalah pemain yang sangat vital dalam perjalanan timnas Indonesia U-23 dalam Kualifikasi Piala Asia U-23 2024. Pemain yang berlaga untuk Persis Solo ini berhasil mencetak satu gol yang berharga untuk Garuda Muda.
Performa yang gemilang ini tidak luput dari perhatian Rafael Struick, yang memberikan pujian tinggi untuk pemain berusia 20 tahun ini. Sananta diakui memiliki kualitas yang sangat baik, terutama di dalam kotak penalti.
"Ya, Sananta mencetak gol, itu sangat bagus. Dia mendapatkan banyak peluang yang berarti bahwa dia sangat bagus ketika berada di dalam kotak penalti," ujar Struick dikutip dari Bola Times (16/9/2023).
Lebih lanjut, Struick memberikan tantangan kepada Sananta dengan mengatakan, "Jika Sananta mendapatkan peluang suatu saat nanti, dia harus mengambilnya. Sebab, jika dia bisa mendapatkan peluang untuk berkarir di luar negeri, hal ini akan menjadi kesempatan besar untuk mengembangkan karirnya."
Menariknya, Ramadhan Sananta juga telah mengungkapkan keinginannya untuk berkarir di luar negeri. Ungkapan ini diungkapkan melalui akun TikTok @mariodelano.
Dalam sebuah pertanyaan, Mario Delano bertanya kepada Sananta, "Ramadhan Sananta, apakah kamu sudah siap menjadi striker berikutnya untuk MU (Manchester United)?"
Sananta dengan tegas dan mantap menjawab pertanyaan tersebut, "Kalau ditanya itu, saya mau dan siap."
Pernyataan ini dengan jelas menunjukkan keinginan Ramadhan Sananta untuk mengambil langkah besar dalam karirnya dengan bermain di luar negeri.(*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026