Suara Denpasar - Pesepak bola Wiljan Pluim didepak oleh PSM Makassar dan ternyata 1 agen dengan pemain AC Milan berdarah Indonesia Tijjani Reijnders.
Pemain asal Belanda Wiljan Pluim resmi mengakhiri kerja sama dengan klub sepak bola Indonesia PSM per Senin (9/10/2023), tepatnya pekan ke-15 Liga 1 2023/2024.
Kabar Wiljan Pluim dan PSM resmi berpisah disampaikan langsung oleh klub berjuluk Juku Eja itu di unggahan akun media sosial Instagram resmi @psm_makassar.
Pada unggahan tersebut, terlihat jelas foto-foto Wiljan Pluim berseragam PSM selama tujuh tahun terakhir dengan ucapan terima kasih.
"Saat itu pun telah tiba. Cepat atau lambat dalam perjumpaan, pasti akan ada perpisahan," bunyi pernyataan PSM seperti dikutip Suara Denpasar.
PSM menerangkan bahwa setelah melalui proses diskusi panjang, klub dan Pluim akhirnya bersepakat untuk mengakhiri kerja sama yang telah terjalin lebih dari tujuh tahun lamanya.
"Atas nama keluarga besar, PSM Makassar mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pluim atas segala kontribusi, kesetiaan, dan kebersamaan yang telah ia berikan selama tujuh tahun dua bulan," terang PSM.
Meski begitu, ternyata ada sebuah hal menarik yang bisa dicermati oleh para penggemar sepak bola nasional terkait sisi lain didepaknya Wiljan Pluim dari PSM.
Hal menarik tersebut ialah Wiljan Pluim ternyata satu agen dengan pemain AC Milan keturunan Indonesia, yakni Tijjani Reijnders berdasarkan data dari situs penyedia statistik transfermarkt.co.id.
Baca Juga: Ketum PSI Kaesang Pangarep: Kalau Ada yang Mencela, Itu Mereka Iri Sama Kita
Wiljan Pluim diketahui tergabung dalam agen pesepak bola dunia bernama ESA & GFM atau lengkapnya Eurosocceradvice - The Next Generation & Global Football Management.
Total ada 59 pemain dan delapan pelatih yang tergabung dalam agen ESA & GFM, termasuk Wiljan Pluim dan Tijjani Reijnders yang memiliki darah Indonesia. Tijjani Reijnders dilaporkan berdarah Indonesia dari sang ibu yang lahir di Maluku.
Apalagi pada tahun lalu, Tijjani Reijnders dikabarkan sempat dilirik pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan itu ingin Tijjani Reijnders bergabung memperkuat Timnas Indonesia lewat jalur naturalisasi.
Akan tetapi Tijjani Reijnders disebut menolak permintaan tersebut. Padahal, namanya sudah masuk dalam kandidat yang juga dilirik Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam pencanangan program naturalisasi saat itu.(Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas
-
Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan
-
AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta
-
Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor
-
Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata
-
Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali