Suara Denpasar - Tiga orang pemburu menembak mati rusa dan burung merak di kawasan Taman Nasional Baluran Situbondo pada (15/10/2023).
Peristiwa tersebut dibenarkan Kepala Taman Nasional Baluran Johan Setiawan, ia menyebut ketiga pelaku berasal dari Malang, Jawa Timur.
"Mereka (pelaku) berjumlah empat orang menggunakan mobil kijang kapsul Lsx warna putih nomor polisi N 19xx EY, tapi saat dihadang petugas kami, satu orang melarikan diri," ungkapnya Senin (16/10/2023) yang dilansir dari Antara.
Menurutnya, kronologi petugas Pos Resort Balanan Taman Nasional Baluran mencurigai adanya mobil tersebut menginap di rumah salah seorang warga setempat saat patroli.
Petugas pun lantas melakukan pencarian mulai pukul 08:00 WIB hingga 15:30 WIB akan tetapi tidak menemukan pelaku perburuan liar itu tersebut.
"Hingga pukul 15:30 WIB itu pula petugas menerima pesan WA bahwa ada info terdapat tiga orang berasal dari Malang. Selanjutnya pada pukul 17:45 WIB petugas melakukan penghadangan di Blok Air Karang," ujar Johan dikutip dari Antara.
Lebih jauh ia menjelaskan, petugas berhasil menghadang mobil dan didapati satu ekor rusa jantan mati dan seekor burung merak mati, termasuk senjata api peluru kaliber.
Usai petugas mengamankan tiga pelaku perburuan satwa dilindungi tersebut, langsung berkoordinasi dengan Polres Situbondo dan menyerahkan pelaku perburuan untuk diproses hukum lebih lanjut.
"Saat ini tiga orang pelaku perburuan satwa dilindungi sudah diserahkan ke Polres Situbondo, berikut barang bukti mobil, senjata api peluru kaliber dan hasil buruan rusa dan burung merak," pungkasnya.***
Baca Juga: Hasil Persipa Pati vs Deltras FC di Pegadaian Liga 2 2023-2024
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik