Suara Denpasar - Persebaya Surabaya, yang saat ini berkompetisi di BRI Liga 1 2023/24, telah menjadi perbincangan hangat terkait rumor perombakan komposisi tim jelang bursa transfer putaran kedua. Salah satu nama yang kerap muncul dalam rumor tersebut adalah pemain asal Brasil, Bruno Moreira.
Dikutip dari laman Liga Indonesia Baru, meski namanya mencuat dalam bursa transfer, Bruno Moreira memilih untuk tidak terlalu memikirkan gosip tersebut. Alih-alih terjebak dalam spekulasi, fokus utamanya adalah pada tim dan upaya untuk mengamankan poin dalam pertandingan berikutnya.
Dua laga away yang menantang akan dihadapi oleh Persebaya dalam beberapa pekan mendatang, yakni melawan Bali United FC dan Persik Kediri. Tentu saja, tujuan utama para pemain adalah untuk tidak kehilangan poin di kedua pertandingan ini.
”Tentunya kami dari pemain tidak ingin kehilangan poin kembali, saya tidak terlalu memikirkan apa yang sedang ramai di luar sana. Kami fokus ke tim dan ingin mendulang poin lagi,” ujar Bruno Moreira dikutip dari laman Liga Indonesia Baru (16/10/2023).
Pernyataan ini mencerminkan semangat dan kesatuan dalam skuad Persebaya, di mana pemain-pemain tidak membiarkan spekulasi luar mempengaruhi konsentrasi mereka.
Bruno sendiri saat ini berada dalam performa terbaiknya. Selain sebagai salah satu top skor tim, dia juga menjadi tulang punggung bagi tim yang berjuluk Bajul Ijo.
Dalam 14 pertandingan yang telah dijalankan pemain 24 tahun ini telah mencetak 8 gol dan memberikan 2 assist. Meskipun telah mencapai prestasi yang mengesankan, pemain berusia 24 tahun ini tidak puas. Ambisinya adalah untuk terus mencetak gol setiap kali mendapat kesempatan bermain di lapangan.
Selama jeda kompetisi BRI Liga 1 2023/24, Bruno Moreira dan rekan-rekannya terus berlatih keras untuk mempersiapkan diri menjelang pertandingan berikutnya. Pemain asal Brasil ini sangat bersyukur atas pencapaian yang telah diraihnya, tetapi dia tetap memiliki tekad yang kuat untuk mencetak lebih banyak gol dibandingkan musim sebelumnya.
Bruno Moreira juga menyadari bahwa pencapaiannya bukanlah hasil kerja individu semata, melainkan kerja keras seluruh tim. Dia menekankan bahwa yang paling penting adalah bahwa setiap gol yang dicetak dapat menghasilkan tiga poin bagi timnya.(*/Rizal)
Baca Juga: Pemain Rp2,61 Milyar PSIS Semarang Diminati PS Barito Putera, Bakal Dipinjamkan?
Berita Terkait
-
Profil Brendan Hamill, Bek Tengah Australia Incaran Persebaya Surabaya di Putaran Kedua BRI Liga 1
-
Bukan Yuran Fernandes, Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut Brendan Hamill di Putaran Kedua BRI Liga 1
-
Top! Calon Striker Persebaya Asal Spanyol Ini Pernah jadi Perhatian Presiden Real Madrid Florentino Perez
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan
-
Ulasan Novel Kudasai, Ketika Kesetiaan Rumah Tangga Diuji oleh Masa Lalu
-
Pergeseran Gaya Hidup Kelas Atas: Saat Konsumen Kaya Lebih Pilih 'Experience' ketimbang Pamer Logo
-
3 Two Way Cake untuk Kulit Berjerawat: Ringan Tanpa Menyumbat Pori-Pori!
-
Review Film 'Sajen Satu Suro': Bukan Sekadar Horor Mistis, Ini Sisi Gelap Dosa Manusia!
-
Tolak Daftar Grammy 2027, Bos Recording Academy Respons Keputusan BTS
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa
-
5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza