- Lembaga SMRC merilis survei elektabilitas partai pada 5–19 Juli 2026 dengan 749 responden nasional.
- Elektabilitas Partai Gerindra turun drastis menjadi 16,9 persen akibat merosotnya evaluasi positif kinerja pemerintah.
- Partai lain seperti PDI Perjuangan dan Golkar turut mengalami penurunan, sementara Demokrat cenderung stabil.
Suara.com - Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil penelitian terbaru bertajuk “Elektabilitas Partai” yang menunjukkan tren penurunan signifikan pada elektabilitas Partai Gerindra.
Meski kekinian masih berada di posisi teratas, peluang Gerindra untuk mengukuhkan diri sebagai partai nomor satu dinilai sedang melemah.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani menyampaikan, bahwa dalam simulasi format semi terbuka, jika pemilihan anggota DPR diadakan sekarang, Partai Gerindra mendapatkan suara 16,9 persen.
Posisi ini disusul oleh PDI Perjuangan dengan 11,7 persen, Partai Golkar 9,6 persen, dan Partai Demokrat 8,1 persen.
Selanjutnya, terdapat PKB dengan 5,4 persen, Nasdem 4,4 persen, PKS 4,4 persen, PSI 4,1 persen, Perindo 2,2 persen, PAN 1,9 persen, PPP 1,3 persen, dan Partai Garuda 1 persen.
Sementara itu, partai-partai lain berada di bawah 1 persen, dan masih ada 25,9 persen responden yang belum tahu atau tidak menjawab.
Deni memaparkan bahwa terjadi penurunan tajam pada perolehan suara Gerindra dalam beberapa bulan terakhir.
Dibanding Pemilu 2024, suara Gerindra sempat naik dari 13,2 persen menjadi 23,3 persen pada survei November 2025, bahkan mencapai puncaknya di angka 29,3 persen pada survei Februari-Maret 2026. Namun, angka tersebut turun drastis menjadi 16,9 persen pada Juli 2026.
Penurunan ini menjadi perhatian serius karena status Gerindra sebagai partai presiden.
Baca Juga: Beda dengan SBY dan Jokowi, Tren Elektabilitas Prabowo Melemah di Awal Masa Jabatan
"Peluang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sebagai partai nomor satu melemah jika pemilihan umum (Pemilu) diadakan sekarang. Padahal Gerindra adalah partai presiden yang bisa dan akan maju kembali sebagai calon presiden. Biasanya presiden yang akan maju kembali sebagai calon, partainya menjadi nomor 1 seperti Partai Demokrat 2009 dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan 2019," tulis laporan tersebut.
Analisis SMRC menunjukkan adanya korelasi kuat antara elektabilitas partai dengan persepsi publik terhadap kinerja pemerintah.
Deni menjelaskan, bahwa melemahnya elektabilitas Gerindra dalam 9 bulan terakhir konsisten paralel dengan turunnya evaluasi positif publik atas kinerja Presiden Prabowo, serta merosotnya sentimen positif atas kondisi ekonomi, politik, penegakan hukum, dan program-program prioritas presiden: Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Selain Gerindra, beberapa partai lain juga menunjukkan tren penurunan atau fluktuasi.
Suara PDIP cenderung melemah dari 16,7 persen di Pemilu 2024 menjadi 11,7 persen. Golkar juga melemah dari 15,3 persen menjadi 9,6 persen.
Sementara itu, Partai Demokrat relatif stabil di kisaran 8,1 persen.
“Elektabilitas PKB, PKS, NasDem, dan PAN berfluktuasi sejak Pemilu 2024, namun secara umum cenderung menurun,” ungkap Deni.
Survei nasional ini dilakukan pada periode 5-19 Juli 2026 dengan melibatkan 749 responden yang dipilih secara random. Responden yang memiliki telepon diwawancarai lewat telepon (83,8 persen), sementara yang tidak memiliki telepon diwawancarai secara tatap muka (16,2 persen).
Survei ini memiliki margin of error sebesar +/- 3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Berita Terkait
-
Beda dengan SBY dan Jokowi, Tren Elektabilitas Prabowo Melemah di Awal Masa Jabatan
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Survei SMRC: Popularitas MBG Tinggi, Tapi Kepuasan Publik Merosot
-
Bukan Ancaman, Gerindra Sebut Kaesang Nyaleg di Jateng V Bikin Demokrasi Semarak
-
Survei SMRC Beberkan Dua Faktor Utama Kepuasan Publik ke Presiden Prabowo Anjlok Tajam
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
-
DPR Dukung Putusan MK, Anggaran MBG Tak Boleh Ambil Jatah Pendidikan
-
Kendal Tornado FC Tambah Amunisi, Birrul Walidain dan Andre Oktaviansyah Resmi Bergabung
-
Ungguli Jatim dan Jabar, Jateng Pimpin Penyaluran Kredit Perumahan Nasional
-
Kulit Glowing Alami Jadi Tren, Dokter Sebut Hidrasi Kunci Perawatan Estetika Masa Kini
-
40 Saksi Diperiksa, Kejari Tulungagung Segera Ungkap Tersangka Korupsi Tanah Griyo Dalem Kanjengan?
-
Jangan Anggap Remeh Meme Prabowo, Pakar Cium Aroma Perlawanan Senyap yang Bisa Meledak
-
Mitsubishi Fuso Akui Penjualan Melonjak Berkat Pengadaan Truk Koperasi Desa Merah Putih
-
PT Bhimasena Power Indonesia Raih LKPM Award Kategori PMA pada Peluncuran BATANG INVESTA
-
BPDP Kucurkan Rp 1,3 T untuk Beasiswa, Tanggung Full Kuliah hingga Biaya Hidup Anak Petani Sawit