Suara Denpasar - Briptu Luhur Ainul Fikri, anggota Satlantas Polres Ponorogo, Jawa Timur, memiliki cara unik untuk melestarikan kesenian Reog.
Ia mengajari anak-anak berkebutuhan khusus di Panti Asuhan Tunanetra Aisyiyah, Ponorogo, untuk bermain alat musik gamelan Reog.
Luhur mengaku memiliki ketertarikan pada kesenian Reog sejak kecil. Ia bahkan pernah menjadi pemain Reog profesional sebelum menjadi polisi.
"Yang saya inginkan adalah melestarikan kesenian Reog dengan berbagi ilmu bersama anak anak berkebutuhan khusus" kata Luhur.
Briptu Luhur Ainul Fikri mengajari anak-anak panti asuhan bermain alat musik gamelan Reog
Luhur mengajari anak-anak panti asuhan itu secara cuma-cuma. Ia mengajari mereka bermain alat musik gamelan Reog, seperti gendang, gong, slompret, angklung, dan kenong.
"Karena yang saya ajari anak berkebutuhan khusus, tentu bukan perkara yang mudah, namun dengan kesabaran, alhamdullilah anak anak dapat bermain dengan baik" ungkapnya dengan bangga.
Dengan kemampuan anak anak penyandang kebutuhan khusus bermain alat musik kesenian reog, saya berharap mereka dapat mengembangkan bakat dengan baik
"Saya ingin mereka bisa tampil di berbagai acara kesenian, dan bisa mengharumkan nama Ponorogo," kata Luhur.
Baca Juga: Sigap, Kontraktor Langsung Perbaiki Retak-retak di Negaroa
Muhammad Harris salah satu penghuni panti yang ikut berlatih menggunakan alat musik mengaku senang bisa belajar kesenian Reog.
"awalnya sulit, namun lama kelamaan saya bisa menggunakannya" jelas harus dengan ekspresi senang
Kepala Panti Asuhan Tunanetra Aisyiyah, Sunariyah, mengapresiasi upaya Briptu Luhur dalam melestarikan kesenian Reog dan membantu anak-anak berkebutuhan khusus.
"Kami sangat berterima kasih kepada Briptu Luhur. Ia telah memberikan kesempatan kepada anak-anak kami untuk belajar bermain alat musik Reog," kata Sunariyah.
Luhur adalah sosok inspiratif yang menunjukkan bahwa kesenian Reog tidak hanya bisa dinikmati oleh orang-orang dengan pendengaran yang sempurna. Dengan kesabaran dan ketelatenan, anak-anak berkebutuhan khusus juga bisa belajar dan memainkan alat musik Reog. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan