/
Minggu, 17 Juli 2022 | 13:28 WIB
suara.com

Depok.suara.com - Sosok suporter Indonesia bernama Pak Yanto menjadi pembicaraan publik setelah memberikan kartu merah untuk wasit di Singapore Open 2022 yang memimpin laga semifinal antara Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di Singapore Indoor Stadium, Sabtu (16/7/2022).

Kejadian itu bermula ketika wasit kebingungan di mana skor imbang 17-17 di gim kedua. Leo yang melakukan servis dinyatakan out meminta challenge, meski dalam tayangan ulang servisnya tetap out.

Namun, sang wasit justru mengurangi poin Leo/Daniel dan memberikannya ke Hendra/Ahsan. Mengutip Suara.com, sontak keputusan tersebut sempat menuai protes dari penonton. Banyak penonton yang mencibir kelalaian wasit.

Hingga penonton bernama Pak Yanto tertangkap kamera mengacungkan kartu merah kepada pengadil lapangan, saat itu juga menuai perhatian Oma Gill hingga tertawa.

Pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menyingkirkan senior pelatnas

Pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menyingkirkan senior pelatnas, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan untuk menuju babak final Singapore Open 2022, Sabtu.

Leo/Daniel mengunci kemenangan dalam tiga gim, menyusul ketertinggalan gim pertama dan mengakhiri laga dengan skor 9-21, 21-18, 22-20 atas The Daddies yang berpredikat unggulan kedua.

"Ya bersyukur bisa menang dan ke final, padahal di gim pertama kami kalah. Kekalahan itu karena kami masih mencari-cari pola permainan terbaik, selain itu juga karena gampang mati sendiri," kata Daniel lewat informasi tertulis PP PBSI di Jakarta.

Leo/Daniel lebih dulu unggul di gim kedua lewat skor 7-4. Namun karena kurang sabar dalam mengeksekusi reli, pasangan berjuluk The Babies semakin terdesak karena kehilangan poin.

Baca Juga: Selamat, Lebby Wilayati Keponakan Dewi Perssik Resmi Menikah

The Daddies yang melihat peluang karena longgarnya pertahanan Leo/Daniel pun segera merapatkan tekanan hingga akhirnya mencuri keunggulan 11-13 atas juniornya.

Jelang gim poin, The Babies membalikkan keadaan dan mendulang empat poin berturut-turut dari semula 17-18 menjadi 21-18.

Pada awal gim penentu menjadi dominasi milik Leo/Daniel, namun mereka hampir terkejar oleh Hendra/Ahsan saat skor kedua pasangan hanya selisih satu poin.

Namun Leo/Daniel belajar dari kesalahan di gim sebelumnya dan tak membiarkan Hendra/Ahsan mencuri keunggulan hingga laga usai setelah bermain selama 55 menit.

"Gim kedua setelah menemukan pola permainan no lob panjang, kami bisa bangkit. Di gim ketiga, pola itu yang terus kami terapkan dan berhasil. Senang bisa menang atas pasangan senior. Tetapi kami tidak boleh cepat puas. Kami masih harus fokus menghadapi final besok yang sangat penting," Daniel menceritakan.

Menurut Leo/Daniel, kemenangan mereka di perempat final turnamen BWF Super 500 ini tak lepas dari kondisi fisik yang lebih superior dibanding seniornya. Hal ini tak lepas dari absennya Leo/Daniel dari dua ajang di Malaysia pekan lalu.

Load More