Depok.suara.com - Artis Aliando Syarief mengungkap pengalamannya kabur dari rumah karena mengidap gangguan mental, Obsessive compulsive disorder (OCD). Pada saat kabur itu, keluarga maupun orang terdekatnya tidak tahu mengenai tempat kaburnya.
"Gue kabur sendiri. Nggak ada yang tahu gue kemana," kata Aliando Syarief di akun YouTube ricky cuaca yang diunggah baru-baru ini.
Tetapi pada saat melarikan diri tersebut dijelaskannya keluarganya tidak terlalu terlalu khawatir dan percaya terhadap dirinya.
"Tapi keluarga gue dan orang terdekat gue percaya Ali pasti melakukan apa yang harus dilakukan. Nggak bakalan aneh-aneh. Karena gue tipikal yang apa sih," tuturnya.
Pada saat melarikan diri itu, dirinya ternyata pergi untuk berlibur keliling Jawa. Namun dirinya enggak menyebutkan tempat yang dirinya kunjungi dan berapa lama menetap di sana.
"Gue keliling Jawa sendiri. Ada yang tahu ada yang nggak," ucapnya.
Pemain Ganteng Ganteng Serigala ini tidak memungkiri jika hiatus panjang dari dunia akting karena masalah ini. Karenanya, dia kesal saat pengakuannya perihal OCD dibilang cuma sensasi belaka.
"Dibilang sensasilah, padahal gue lagi kena beneran. Pusing gue. Kacau," ujar Aliando Syarief.
Seperti diketahui, Aliando Syarief sempat mengaku penyakit OCD yang diderita disebabkan oleh orang kepercayaannya. Dia mengalami tindak kriminalitas secara mental lantaran dipaksa bekerja.
Baca Juga: Sayangkan Insiden Suporter Tewas, Kustini Ingin Pertemukan PSS dan PSIM
Hanya saja, Aliando Syarief tidak bisa lapor polisi karena tidak memiliki bukti kuat. Apalagi pelakunya juga memiliki gangguan mental yang cukup parah.
"Yah gue no comment, karena orang yang melakukan itu juga punya gangguan mental yang lebih parah dari gue. Kalau gue kekerasan mental. Kalau dia ini justru sudah sindrom, sudah kemakan ego sendiri. Jadi dia melakukan apa aja yang dia mau, gila sendiri," tandasnya.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak