Depok.suara.com, Dibalik banyaknya prestasi yang diraih lagu Pink Venom milik BLACKPINK ternyata menyisakan kisah mengagetkan bagi para penggemarnya. pasalnya lagu tersebut dilarang tayang di stasiun televisi KBS Korea Selatan lantaran dianggap bermasalah karena mengandung iklan.
Pihak dari stasiun TV KBS menilai bahwa lagu Pink Venom Milik BLACKPING tersebut mengandung unsur iklan.
Dalam lirik Pink Venom, Lisa dan Jennie kedapatan menyebut dua merek mewah yaitu Chanel sebagai Coco dan Celine dimana para idola ini sendiri adalah duta merek tersebut.
Dengan begitu, lagu Pink Venom dianggap melanggar Pasal 46 Membatasi Efek Iklan di bawah undang-undang penyiaran Korea, di mana lagu tersebut menyebutkan merek produk tertentu.
Bahkan, Ini bukan pertama kalinya lagu BLACKPINK dilarang tayang di televisi. Sebelumnya juga lagu Kill This Love dan Boombayah juga sempat dilarang untuk disiarkan di KBS.
Larangan tayang itu tentu membuat para penggemar kecewa. Pasalnya, hal itu berarti BLACKPINK hanya menampilkan satu pertunjukan musik di Inkigayo pada 28 Agustus, padahal grup idola tersebut sudah jarang tampil di acara musik dalam beberapa tahun terakhir.
Meskipun demikian, ada orang yang menyatakan bahwa karya kreatif BLACKPINK seringkali terlalu berani, melewati batas stasiun penyiaran nasional. Menjadi normal untuk mengikuti aturan yang ditetapkan.
Sumber:kbizoom/selebtek
Baca Juga: Prabowo Subianto Bertemu Puan Maharani, Bawa-bawa Nama Orangtua
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati