/
Selasa, 06 September 2022 | 12:53 WIB
Sopir Angkot di Tegal (Suara.com/F Firdaus)

Depok.suata.com - Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) seolah melengkapi hadirnya kenaikan beruntun yang pernah terjadi beberapa bulan lalu. Mulai dari kenaikan harga cabai, minyak goreng, lalu kenaikan telur perkilo yang terjadi belum lama ini.

Imbasnya adalah kenaikan harga di beberapa sektor, salah satunya sektor transportasi. Karena kenaikan BBM mempengaruhi secara langsung terhadapnya.

Belum lama ini, terjadi kenaikan harga transportasi di Bogor. Angkot, yang menjadi sarana transportasi untuk masyarakat Bogor, menaikan harga hingga 42 persen

Mengutip dari akun Instagram @folkative, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Eko Prabowo mengatakan, bahwa ada peningkatan tarif angkot. Untuk umum, lanjutnya, mulai dari harga Rp3.000 sampai Rp5.000. Sedangkan untuk pelajar, mulai dari Rp3.000 sampai Rp4.000.

Kenaikan tarif angkot merujuk surat keputusan Wali Kota Bogor Nomor 551.2/KEP.280-DISHUB/2022 tentang tarif angkutan umum jenis pelayanan angkutan kota tipe bus kecil kelas ekonomi di wilayah Kota Bogor.

Kenaikan tarif telah melalui kajian teknis mengenai biaya operasional kendaraan (BOK) dan lain-lain agar transportasi umum tersebut tetap bisa beroperasi di tengah kenaikan harga BBM.

"Naik naik, satu persatu naik," ucap seorang warganet.

"Harusnya UMR juga naik. Supaya balance baik," timpal warganet lainnya.

"BBM naik, semua naik. Tiba-tiba yang turun nabi Isa," pungkas netizen.

Baca Juga: Anak Sengaja Bakar Rumah Ortunya di Banyuwangi

Load More