Depok.suara.com - Kata kentut dalam sajian makanan pasti akan banyak yang beranggapan negatif bahkan geli ketika baru mendengar namanya pertama kali. Apakah makannya bisa kentut? Atau cara penyajiannya dengan cara dikentutin? Meski namanya tidak enak didengar, makanan Nasi Kentut ini sudah menjadi makanan favorit masyarakat Medan lho.
Sebenarnya, Nasi Kentut terbuat dari nasi pada umumnya dengan berbagai lauk dan dibungkus menggunakan sejenis daun yang oleh masyarakat setempat disebut daun kentut atau orang Jawa biasa menyebutnya dengan nama daun kasembukan. Nasi Kentut disajikan dengan berbagai macam lauk pauk, seperti ikan teri, pepes oncom, ayam goreng, dan lainnya.
Rasa uniknya berada pada proses pembuatan nasinya, nasi pulen yang dimasak dengan daun kentut, ditambah bumbu rempah-rempah yang gurih dibungkus dengan balutan daun pisang yang membuat aromanya sangat menggoda. Lebih mantap lagi jika ditambahkan dengan sambal terasi atau sambel ijo.
Dilansir dari wikipedia nama lain daun kentut yaitu sembukan atau dalam bahasa latin bernama 'Paederia foetida'. Tanaman ini merupakan tanaman liar di alam terbuka seperti semak belukar. Di sebut daun kentut karena memang memiliki aroma yang tidak sedap mirip seperti bau kentut manusia.
Selain itu, daun kentut juga berkhasiat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Khasiat yang paling terkenal adalah bisa mengobati sariawan, sakit lambung, dan mengatasi perut kembung. Daun kentut bisa dijadikan lalapan & sayur.
Untuk harga seporsinya terbilang sangat terjangkau, yaknibberkisar antara Rp. 5.000 hingga Rp. 25.000 per porsi. Tergantung kamu menyantap Nasi Kentut dengan lauk dan minuman apa. Jika kamu ke Medan makanan satu ini wajib di coba, karena rasanya yang enak & gurih!
Gimana, tertarik untuk mencicipi Nasi Kentut khas Medan ini?
Penulis : Panji R.A
Baca Juga: Oknum Polisi Pelaku Aniaya Emak-Emak Ditahan Propam
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Pep Guardiola Tak Mau Ikut Campur Cari Penggantinya di Manchester City
-
Persib, Ekstase Kecil di Zaman yang Tak Mudah
-
Kronologi Penjual Sate Diamuk Warga di Makassar, Polisi Sampai Kewalahan
-
Isu Wabah Ebola, Kongo Tolak Permintaan Isolasi 21 Hari Jelang Piala Dunia 2026
-
Gelandang Manchester City Kasih Selamat Eliano Reijnders Bawa Persib Bandung Juara Super League
-
Berapa Durasi Film Pesta Babi yang Tayang Gratis di YouTube?
-
Morten Hjulmand Merasa Terhormat Dikaitkan dengan Real Madrid
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Listrik Sumatera Padam, Begini Cara Ajukan Kompensasi Pelanggan PLN
-
Tristan Gooijer Kedapatan Liburan di Bali, Sinyal Positif Naturalisasi Timnas Indonesia?