/
Rabu, 28 September 2022 | 16:23 WIB
Aksi Puan Maharani bagi-bagi kaos ke warga di pasar. (Instagram/ insta.nyinyir)

Depok.suara.com - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menyebut bahasa tubuh Puan Maharani masih jauh dari klaim partai wong cilik. Baginya Ketua DPP PDIP ini punya masalah ketidaksinkronan antara bahasa verbalnya dengan bahasa tubuhnya.

Jamiluddin sendiri mengomentari 
video viral yang memperlihatkan Puan Maharani sedang membagi-bagikan kaos kepada warga. Tetapi terlihat ekspresinya memasang wajah yang masam atau cemberut.

Jamil mengatakan, Puan memang dikesankan berjarak dengan masyarakat. Menurutnya, Puan secara fisik memang bersama masyarakat, tapi tidak bisa menyatu.

"Bahasa tubuh Puan Maharani menunjukkan hal itu. Dengah raut wajah tanpa senyum mengesankan ketidakramahannya," kata Jamil kepada wartawan, Rabu (28/9/2022).

Menurutnya, bukan lewat video viral tersebut saja Puan terkesan berjarak dengan rakyat, hal itu juga terjadi kala Puan melakukan tanam padi bersama petani saat kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu.

"Meskipun mengenakan topi dan pakaian seperti petani, tetap saja Puan tidak mengesankan menyatu dengan petani," tuturnya.

"Hal itu kiranya aneh mengingat Puan salah satu petinggi PDIP yang mengklaim partai wong cilik. Bahasa tubuhnya sangat jauh dari klaim partai wong cilik," sambungnya.

Untuk itu, Jamil menilai Puan punya masalah ketidaksinkronan antara bahasa verbalnya dengan bahasa tubuhnya. Hal itu, kata dia, membuat Puan sulit diterima masyarakat.

"Jadi, meskipun popularitas Puan relatif tinggi namun elektabilitasnya tetap jeblok. Kiranya ketidaksinkronan itu menjadi salah satu penyebabnya," pungkasnya.

Baca Juga: Sinopsis Gods of Egypt Tayang di Bioskop TransTV Malam ini, 28 September 2022

Sumber: Suara.com

Load More