Depok.suara.com - Rizky Billar telah dilaporkan Lesti Kejora ke polisi atas dugaan kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) pada Rabu (28/9/2022) malam. Ibu satu anak itu pun langsung dimintai informasi keterangan atas dugaan KDRT yang dilakukan oleh sang suami.
Selain itu, Lesti juga menjalani visum atas laporannya tersebut. Akibat KDRT yang dilakukan Rizky Billar, Lesti yang merupakan penyanyi dangdut jebolan kompetisi D'Academy itu dilaporkan juga mengalami sejumlah luka.
Melihat fenomena KDRT itu, Kepala Pusat Studi Wanita (PSW), Widya Nayati menilai bahwa peristiwa itu terjadi akibat tidak ada kontrol diri dari yang bersangkutan. Hal itu pula yang menuntun kepada abainya seseorang terhadap tanggung jawab yang diembannya.
"Nah kita sekarang kata-kata tanggung jawab itu kan dipikirnya tanggung jawab yang lain-lain, bukan perkara yang kecil-kecil tadi," kata Widya saat dihubungi awak media, Jumat (30/9/2022).
Menurutnya, perlu dipertanggung jawabkan apa yang dilakukan oleh Rizky Billar. Karena ia merupakan suami yang seharusnya mengayomi istrinya.
"Tapi pada kenyataannya kalau sekarang ada selebriti yang mukul istrinya, dia tanggung jawabnya sebagai seorang suami apa? Tanggung jawab sebagai laki-laki apa? Tanggung jawab dia mengelola rumah tangga itu apa? Kan tanggung jawab to yang sebetulnya muncul itu," ucapnya.
Menurutnya, persoalan KDRT memang merupakan yang kompleks. Ada banyak faktor bisa menyebabkan hal tersebut terjadi dan menimpa siapa saja.
Namun yang terpenting seharusnya adalah bagaimana seseorang bisa mengontrol diri. Itu yang tidak dimiliki oleh Rizky Billar sehingga menyebabkan KDRT.
"Bagaiamana dia bisa mengontrol (diri), lah itu umurnya sudah 27 tahun saja belum bisa mengontrol atau mengelola tanggung jawab," ucapnya.
Baca Juga: Jika Anies Baswedan Dijegal, Ini 'Orang-Orang Jokowi' yang Bertarung di Pilpres 2024
Secara khusus, Widya menilai, KDRT sekarang ini erat dengan perkara 'keakuan' atau keegoisan yang belum lebur. Dalam artian, generasi sekarang masih banyak yang hanya memfokuskan semuanya pada dirinya sendiri.
"Jadi kok sepertinya ketika keakuan itu atau me time itu terganggu. Nah itu kok terus jadi tersinggung marah, yang munculannya kekerasan sama pembunuhan," tuturnya.
Kontrol emosi yang sangat kurang itu bisa disebabkan dari kurangnya pendidikan seseorang tentang masalah tersebut sejak kecil, sehingga hal itu menjadi tak terkontrol ketika bertumbuh dewasa.
"Nah marah itu kan ada kontrol harusnya. Kalau marah itu ya marahnya yang itu kaitannya dengan sampai memukul sampai mengucapkan kata-kata yang sangat luar biasa itu kan sebetulnya ada apa sih kok dia sampai ke ubun-ubun," cetusnya.
Ia melanjutkan, bahwa kemarahan itu terjadi ada sebab dan batasannya. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Rizky Billar adalah amarah yang berada diluar kontrol diri.
"Marahnya kok sampai dia tidak bisa mengontrol diri dan akhirnya sampai memuncak. Ada apa sebetulnya? Kenapa dia itu ketersinggungan sampai seperti itu? Apakah agama itu tidak bisa mengontrol untuk memaafkan? Apakah sopan santun menghargai orang itu sudah tidak ada?" kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba