Depok.suara.com - Aksi solidaritas suporter untuk tragedi Kanjuruhan terus bermunculan. Terbaru, fans Bayern Munich yang melakukannya saat menyaksikan laga Viktoria Plzen dalam lanjutan Liga Champions, di Allianz Arena, Rabu (5/10) dini hari WIB.
Fans Bayern Munich membentangkan spanduk besar. Isinya adalah menyalahkan tindakan polisi dalam tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10) malam WIB.
Berawal dari suporter Arema FC, Aremania yang menginvasi lapangan karena kecewa klub kesayangannya takluk 3-2 dari Persebaya Surabaya. Polisi menembakkan gas air mata buat memukul mundur para pendukung yang rusuh.
Sayang, tembakan gas air mata juga dilepaskan polisi ke arah tribun. Akibatnya, penonton panik sehingga berdesakan dan saling injak hingga kesulitan bernapas saat berusaha keluar dari pintu stadion.
131 orang dinyatakan meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan. Ratusan lainnya kini sedang mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit.
Tragedi Kanjuruhan menjadi insiden kelam kedua di dunia sepakbola setelah tragedi Peru. Sebanyak 328 orang meninggal dunia dalam kejadian nahas yang terjadi pada 1964.
"Lebih dari 100 orang dibunuh oleh polisi. Ingatlah para korban tewas di Kanjuruhan!" isi tulisan dalam spanduk yang dibentangkan suporter Bayern Munich.
"Ingatlah kematian di Kanjuruhan," tulis spanduk lainnya.
Pertandingan Bayern Munich kontra Viktoria Plzen juga diawali dengan mengheningkan cipta. Para pemain kedua klub bersama wasit membentuk bundaran di tengah lapangan untuk mendoakan korban tragedi Kanjuruhan.
Baca Juga: Mendagri Minta Kepala Daerah Melek Digital: Yang Tidak Adaptif akan Tertinggal
Dalam pertandingan tersebut Bayern Munich berhasil meraih kemenangan telak. Pasukan Julian Nagelsmann menghajar Viktoria Plzen lima gol tanpa balas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter
-
Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang
-
Anggaran Dipotong Pusat, Renovasi 11 Sekolah di Jakarta Terpaksa Mundur ke 2027
-
Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang