/
Rabu, 12 Oktober 2022 | 18:48 WIB
Agenda Padat Shin Tae-yong Bersma Timnas di Tahun 2023, Doa Terbaik Netizen/PSSI

Depok.suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong mengumumkan pernyataan mengejutkan. Dirinya menegaskan akan ikut mundur dari posisi pelatih Timnas Indonesia jika Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dipaksa mundur dari jabatannya.

Diketahui selama dua pekan ini, sepak bola Indonesia tengah dirundung duka. Pasalnya Lebih dari 100 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka karena tragedi berdarah di stadion Kanjuruhan.

Shin Tae-yong pun mengucapkan turut berduka cita atas tragedi Kanjuruhan di Malang. Lebih lanjut, dirinya menyebut bahwa ia sangat bersimpati dengan insiden ini.

Dirinya dan timnya juga akan melakukan yang terbaik untuk turut menyembuhkan luka itu dari masyarakat Indonesia.

"Saya juga seorang suami dari istri dan seorang bapak dari 2 anak. Saya ingin memberikan dukungan penuh kepada para korban dan keluarga korban," tulis sang pelatih melalui akun Instagramnya

"Saya ingin memberikan harapan kepada semua orang Indonesia yang tersakiti karena tragedi kali ini walaupun dukungan saya tidak dapat menjadi kekuatan yang besar bagi keluarga korban. Cara saya untuk memberi harapan adalah memberikan hasil baik dengan berprestasi di sepak bola yang masyarakat sukai," lanjutnya.

Shin Tae-yong mengaku tahu bahwa Iwan Bule belakangan dituntut mundur dari jabatannya. Jadi ia merasa jika rekan kerjanya itu mundur, maka ia juga harus ikut mundur dari Timnas Indonesia.

"Seseorang yang sangat mencintai sepakbola Indonesia dengan kesungguhan hati dan memberikan dukungan penuh dari belakang agar sepak bola dapat berkembang adalah Ketua Umum PSSI. Menurut saya, jika Ketua Umum PSSI harus bertanggung jawab atas semua yang terjadi dan mengundurkan diri, maka saya pun harus mengundurkan diri," tulisanya melalui akun instagramnya.

"Karena saya pikir jika terdapat kesalahan dari rekan kerja yang bekerja bersama sebagai 1 tim, maka saya pun juga memiliki kesalahan yang sama. Kita adalah 1 tim. Sepak bola tidak bisa sukses jika hanya performa 11 pemain inti saja yang bagus, bukan juga hanya staf pelatih saja yang bagus, kita bisa mencapai kesuksesan ketika semuanya menjadi satu tim mulai dari pemain inti, pemain cadangan, staf pelatih, official, semua karyawan federasi termasuk Ketua Umum," lanjut pelatih asal Korea Selatan itu.

Baca Juga: Shin Tae-yong Ancam Tinggalkan Timnas Indonesia Jika Mochamad Iriawan Letakkan Jabatan Ketum PSSI

Menurut Shin Tae-yong, ia menilai tidak adil jika semua kesalahan dilimpahkan kepada Shin Tae-yong. Ia menyebut bahwa ia sebagai bagian dari PSSI juga harus ikut tanggung jawab atas situasi tersebut.

"Itulah filosofi sepak bola saya. Sepak bola adalah salah satu olahraga yang tidak akan bisa menang dengan hanya 1 orang saja yang bagus kinerja kerjanya," beber sang pelatih.

"Saya dengan masyarakat Indonesia dapat mengembangkan sepak bola Indonesia bersama setelah saya datang ke Indonesia pada tahun 2020. Ini adalah prestasi atau hasil yang dibuat oleh para pemain, fans dan Ketua Umum PSSI yang memilih saya," terang pelatih 52 tahun itu.

"Sangat disayangkan nyatanya semua tanggung jawab dialihkan kepada Ketua Umum. Beliau telah mengembangkan sepak bola Indonesia secara keseluruhan. Pasti bisa juga mengatasi keadaan ini dengan baik. Saya pun akan berusaha lebih keras agar sepak bola Indonesia lebih maju lagi. Sebagai penutup, sekali lagi saya ingin mengucapkan bahwa saya ingin memberikan dukungan penuh kepada para korban, keluarga korban dan seluruh masyarakat Indonesia." Ia menandaskan.

Shin Tae-yong sendiri saat ini sedang berada di Jakarta. Ia memimpin pemusatan latihan Timnas Indonesia U-20.

Dalam waktu dekat ini, Sang pelatih dan para pemain Timnas Indonesia akan bertolak ke Turki dan Spanyol untuk mempersiapkan diri untuk Piala Asia U-20 2023 dan Piala Dunia U-20 2023.

Load More