Depok.suara.com - Hubungan negara Arab Saudi dan Amelika Serikat (AS) semakin memanas karena keputusan OPEC+ yang ingin memangkas produksi minyak. Terbaru, dalam sebuah pesan, sepupu Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) mengeluarkan ancaman karas ke Barat. Pangeran Saud al-Shaalan bahkan menyebut "jihad dan syahid".
"Siapa pun yang menantang keberadaan kerajaan ini, kita semua adalah proyek jihad dan syahid," katanya dalam sebuah video di media sosial, dikutip Middle East Monitor, Senin (17/10/2022).
Arab Saudi adalah pemimpin negara-negara produsen minyak OPEC. Kendati demikian, tak semua negara produsen masuk ke dalam organisasi itu, seperti Rusia.
Gabungan antara OPEC dan non OPEC ini disebut OPEC+. Pekan lalu, keduanya bertemu dan sepakat memangkas produksi minyak sebesar dua juta barel per hari mulai November.
Langkah ini dirancang untuk memacu pemulihan harga minyak mentah. Minyak telah turun menjadi sekitar US$ 80 per barel, setelah sempat mencapai US$ 120 per barel pada awal Juni.
Hal inilah yang membuat AS meradang. AS mengatakan, bahwa Arab Saudi berpandangan sempit, sehingga akan menyakitkan bagi negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Terlebih, inflasi sejumlah negara mengalami kenaikan akibat harga energi. AS sendiri mencatat inflasi mendekati level tertinggi dalam 40 tahun.
Kekecewaan AS terhadap sikap itu tidak datang secara tiba-tiba. Negeri itu telah berkali-kali meminta agar produksi minyak digenjot untuk mengatasi krisis energi dan menurunkan harganya di hilir.
Selain itu, Presiden Joe Biden juga berkepentingan untuk menjaga harga bahan bakar jelang pemilihan paruh waktu pada bulan depan. Dalam sebuah pernyataan, Gedung Putih mengatakan Biden kecewa dengan keputusan 'OPEC+ picik.
Baca Juga: Jubir PKS Bocorkan Hal iniUsai Anies Diapit SBY, Surya Paloh dan JK di Pernikahan Putri Sekjen PKS
Ia menyesalkan pemangkasan kuota produksi sementara ekonomi global menghadapi dampak negatif lanjutan dari serangan Putin ke Ukraina. Biden pun telah mengarahkan Departemen Energi untuk melepaskan 10 juta barel lagi dari cadangan minyak strategis bulan depan.
Sejumlah anggota Senat dan DPR AS juga bereaksi soal ini. Mereka menuding Arab Saudi melakukan kerjasama dengan Rusia, melecehkan AS dan harus dihukum.
"Amerika seharusnya tidak memberikan kendali tak terbatas atas sistem pertahanan strategis seperti itu kepada sekutu musuh terbesar kita, pemeras bom nuklir (Presiden Rusia) Vladimir Putin," tegas senator AS Richard Blumenthal dan anggota Kongres Ro Khanna dalam sebuah pandangan yang ditulis media Politico.
Para pejabat Arab Saudi sendiri membela keputusan OPEC+. Menurut mereka, ini dimotivasi ekonomi bukan politik.
Bukan Sikap Resmi Kerajaan
Sementara itu, seorang negosiator Arab Saudi, Ali Shihabi menegaskan sang pangeran adalah bangsawan kecil tanpa peran resmi. Sehingga itu bukan menjadi sikap kerajaan.
"Ini adalah individu pribadi yang membuat pernyataan pribadi yang tidak ada hubungannya dengan negara," cuitnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung