Depok.suara.com, Orang tua balita di Depok yang anaknya meninggal karena mengalami penyakit gagal ginjal akut di RSCM Jakarta mengaku bahwa awal gejalanya sakit panas, flu dan pilek.
Hal tersebut diungkapkan oleh Soliha Ibu Azqiara Anindita Nuha yang meninggal lantaran terkena penyakit gagal ginjal akut kepada wartawan, Jumat (21/10/2022).
"Awalnya anak saya panas dan pilek di malam Jumat, dikira panas dan pilek biasa doang belum saya bawa ke dokter, dan saya kasih obat yang ada di rumah dulu," ungkapnya seperti dilansir Depoktoday.
Lebih lanjut Soliha mengatakan, penyakit gagal ginjal yang dialami anaknya berlangsung sangat cepat, hanya hitungan hari.
"Saat badannya panas saya kasi obat anak sirup tapi bukannya sembuh malah kondisi kondisinya justru kian memburuk dan tak bisa buang air kecil dan bahkan kerap muntah-muntah," katanya.
Kemudian, kata Soliha, dirinya sempat membawa anaknya ke RS Ibu dan Anak di Depok namun kondisinya tak juga membaik, akhirnya dirujuk ke RSCM.
"Setibanya di sana (RSCM), dokter langsung melakukan pemeriksaan secara mendalam. Dan ternyata, Azqiara didiagnosa mengalami gagal ginjal akut stadium tiga," tuturnya.
"Prosesnya itu cukup cepat, dari stadium tiga langsung ke stadium enam. Terus dokter bilang, ibu anak ibu dalam masa kritis, kalau nggak salah oksigen di bawah 40, saturasi oksigen itu harus buru-buru dipasang ventilator lagi,” sambungnya.
Mengalami hal tersebut, kata Soliha Ia pun setuju untuk dipasang ventilator lagi, tak lama kemudian dirinya kembali dipanggil dokter dan beritahu bahwa anaknya dalam keadaan kritis.
Baca Juga: Top 5 Sport : Apriyani/Fadia Tersingkir di Perempat Final Denmark Open 2022
"Tidak lama kemudian saya dipanggil lagi sama dokter bilang anak saya dalam keadaan kritis dan akhirnya pada Minggu pagi, 16 Oktober 2022, Azqiara akhirnya dinyatakan meninggal dunia," katanya.
"Dokter sebenarnya mau ada tindakan tapi masa kritisnya semakin memburuk, pendarahan jantung hebat, karena semuanya sudah terserang, dan hari Minggu jam 8 pagi dinyatakan sudah meninggal,” sambung Saliha sambil menahan tangis.
Atas kejadian tersebut, Saliha berharapsemoga tak ada lagi anak-anak yang bernasib sama dengan Azqiara.
“Mudah-mudahan pemerintah ini menemukan solusinya, obatnya, ataupun penyebabnya apa? Biar ada obatnya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?