Depok.suara.com - Hari ini Sabtu, 29 Oktober 2022 Google memasang ikon Google Doodle tempe mendoan sebagai tampilan di laman utamanya. Jika kita klik ikon Google tersebut, akan muncul berbagai macam informasi tentang tempe. Mulai dari sejarah hingga kandungan gizinya.
Terlihat di ilustrasi Google Doodle seorang pria yang menggoreng tempe dan wanita yang sedang menyuguhkan tempe mendoan.
Google Doodle sendiri merupakan tampilan ilustrasi yang muncul di laman utama Google sebagai bentuk peringatan atau momen tertentu di dunia, namun sifatnya sementara dan bisa berganti-ganti setiap harinya. Tidak ketinggalan ciri khas Google Doodle yang memasang ikon doodle sesuai tema tertentu.
Berdasarkan informasi yang didapat dari www.google.com/doodle dengan judul 'Merayakan Tempe' ilustrasi doodle tempe merupakan karya Reza Dwi Setyawan yang merupakan salah satu ilustrator Indonesia asal Semarang, Jawa Tengah.
Tempe mendoan sendiri terbuat dari tempe yang diiris tipis kemudian dibalut dengan adonan tepung encer yang ditambah dengan potongan daun bawang dan racikan bumbu.
Tempe mendoan bisa di goreng sampai garing hingga berwarna kuning kecoklatan atau cukup di goreng sebentar di minyak panas hingga diperoleh tampilan tempe yang masih agak pucat adonan tepungnya.
Tempe mendoan biasanya disajikan dengan cabai rawit atau sambal kecap.
Sementara itu tempe mendoan sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang digelar Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi di Jakarta pada 26-30 Oktober 2021 lalu.***
Baca Juga: Kesalahpahaman Mitos Kecantikan Wanita, jangan Asal Percaya
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar