Depok.suara.com, Terkait adanya polemik tentang kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SDN Pondokcina 1 yang ramai diperbincangkan lantaran bakal ada rencana relokasi, Komisi D DPRD Kota Depok memanggil Dinas Pendidikan untuk mengklarifikasi hal tersebut.
“Kami sudah meminta klarifikasi Dinas Pendidikan Kota Depok, apa sebenarnya yang terjadi di SD Pondokcina 01,” kata Anggota Komisi D DPRD Kota Depok Rezky M Noor kepada wartawan.
Dalam pertemuan tersebut, kata Rezky, hadir kepala Dinas Pendidikan, dan perwakilan orang tua siswa
"Jadi ada kepala Dinas dan para orang tua di sini," terangnya.
Dari hasil pertemuan, lanjut Rezky, akhirnya diputuskan bahwa para siswa tetap melakukan Kegiatan Belajar Mengajar pada Hari Senin(14/11) sebelum ada ganti sekolah atas rekomendasi komisi D yang di saksikan Kepala Dinas Pendidikan Wijayanto.
"Kami memberikan kepastian bahwa hari Senin (14/11), apa pun itu anak-anak harus kembali sekolah. Maka guru-guru SD yang beberapa hari ini 'dirumahkan' secara sepihak, maka dia wajib untuk mengajar mulai Senin,"katanya.
Sementara itu, koordinator orang tua murid SDN Pondok Cina 1 Ecy Tuasikal mengatakan, ada tiga kesepakatan dari hasil pertemuannya dengan Komisi D DPRD Kota Depok.
Salah satunya siswa tetap belajar di gedung SDN Pondok Cina 1 mulai Senin pekan depan.
"Yang perlu kami tegaskan hari ini bahwa pertemuan kami dengan komisi D DPRD Kota Depok yang membidangi pendidikan itu secara tegas mengatakan bahwa, rekomendasinya pertama, anak-anak mulai Senin itu sekolah seperti biasa di SDN Pondok Cina 1," katanya.
Baca Juga: Livoli Divisi Utama 2022: Tim Putri Bank Jatim Bidik Quattrick
"Dalam kesepakatan orang tua murid dengan Komisi D DPRD Kota Depok adalah meminta bangunan sekolah pengganti SDN Pondok Cina 1 dibangun lebih dulu, sebelum kegiatan belajar-mengajar dipindah,"sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Skutik Terlaris New Honda BeAT Makin Mewah Lewat Sentuhan Desain Premium
-
Saat Stigma Menjadi Senjata: Mengapa Label "Demo Bayaran" Bisa Mematikan Demokrasi?
-
Cara Praktis Percantik Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Lewat Produk Diton
-
Ketua DPRD Kota Bogor Hadir Meriahkan HJB ke 544 dengan Gowes Bareng Bogor Hujan Onthel
-
4 Tablet RAM Besar 2 Jutaan Terbaik, Ada yang Dilengkapi Stylus untuk Kerja dan Hiburan
-
IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol
-
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa
-
Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta
-
Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027
-
Dibintangi Jenna Ortega, Sony Pictures Rilis Trailer Film Klara and the Sun