/
Senin, 21 November 2022 | 18:59 WIB
Bendera Palestina raksasa dikibarkan di Benteng Kuto Besak Palembang [ACT] (ACT)

Depok.suara.com - Bendera Palestina terbentang pada upacara pembukaan Piala Dunia 2022, Minggu (20/11/2022). Solidaritas ini ditunjukan para penggemar sepak bola yang hadir di Qatar terutama saat jurnalis Israel tengah menyampaikan laporan langsung.

Aksi ini diberitakan oleh Doha News dengan mengunggah potongan video di Twitter. Disana diperlihatkan para fans sepak bola membentangkan bendera Palestina di hadapan kamera salah satu stasiun televisi Israel.

Tidak hanya membentangkan bendera, para fans juga meneriakkan kata "Palestina" sebagai dukungan kepada negara tersebut yang hingga kini terus-menerus berkonflik dengan Israel.

Reporter asal Israel itu tampak coba tetap berkonsentrasi dan tidak mempedulikan situasi di sekelilingnya, meski di beberapa momen dia menengok dan berhenti bicara.

"Pendukung Palestina melanjutkan kampanye #NoToNormalisation di Qatar!" cuti Doha News di Twitter, Minggu (20/11/2022).

"Para pendukung gerakan berkumpul di belakang jurnalis Israel yang melaporkan Piala Dunia 2022 di Doha."

Melansir Al Jazeera, Qatar yang dikritik media-media barat dengan isu pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Piala Dunia 2022, turut memberikan dukungan terhadap Palestina.

Di Piala Dunia tahun ini, Qatar menyediakan tempat nonton bareng gratis bagi orang-orang Palestina di gedung olahraga Kota Gaza.

Para penggemar menatap layar besar dengan penuh perhatian saat pertandingan pembukaan antara Qatar dan Ekuador dimulai.

Baca Juga: 4 Fakta Ridho Rhoma Dikabarkan Menikah dengan Perempuan Turki, Masih Jadi Tanda Tanya

Acara tersebut merupakan isyarat dari Komite Qatar untuk Rekonstruksi Gaza, sebuah program dari kementerian luar negeri negara di Semenanjung Arab tersebut.

"Kami tidak bisa pergi ke Qatar dan menonton Piala Dunia karena pengepungan dan kedua kondisi ekonomi," kata Anas Snounou, seorang penduduk di Gaza, wilayah yang sejak laman dikepung dan diduduki Israel.

"Banyak hal yang menghalangi kami untuk pergi ke sana untuk menonton pertandingan, tetapi faktor utama yang menghalangi kami untuk pergi ke sana adalah pendudukan [Israel] dan pengepungannya."

Israel dan Mesir memberlakukan blokade di Gaza ketika gerakan Hamas merebut wilayah itu pada tahun 2007.

Blokade dan perang dengan Israel telah memperburuk kondisi kehidupan di Gaza, di mana bepergian ke luar wilayah tersebut sangat sulit dan dibatasi.

Load More