Depok.suara.com - Kesepian adalah masalah besar yang dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan fisik, masalah psikologis, dan masalah sosial. Sayangnya, kesepian tampaknya menjadi epidemi yang berkembang.
Para peneliti telah menemukan bahwa kesepian sama mematikannya dengan merokok 15 batang per hari. Orang yang kesepian 50 persen lebih mungkin meninggal sebelum waktunya dibandingkan mereka yang memiliki hubungan sosial yang sehat.
Peneliti menemukan perasaan kesepian memicu aktivitas di beberapa bagian otak yang menyebabkan rasa sakit secara fisik. Saat merasa kesepian, tubuh mengirimkan sinyal pada otak bahwa terdapat ancaman untuk bertahan hidup.
"Pada kesepian kronis, kadar hormon stres kortisol melonjak lebih tinggi di pagi hari daripada mereka yang terhubung secara sosial," kata ahli bedah syaraf Sanjay Gupta seperti dikutip dari CNN, Rabu (30/11/2022).
Selain itu University of California San Francisco menemukan bahwa menyendiri dapat menyebabkan penurunan kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari. Sekitar 59 persen lebih sulit melakukan aktivitas sehari-hari seperti menaiki tangga atau berjalan.
Isolasi sosial dan kesepian juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan otak dan telah dikaitkan dengan fungsi kognitif yang lebih buruk dan risiko demensia yang lebih tinggi termasuk penyakit Alzheimer. Tidak seperti gangguan kesehatan mental seperti depresi, isolasi sosial dan kesepian seringkali tidak terdiagnosis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik