Depok.suara.com - Pemain Prancis Kingsley Coman dan Aurelien Tchouameni menjadi sasaran rasisme secara online setelah gagal mengeksekusi penalti di final Piala Dunia.
Prancis dikalahkan 4-2 dalam adu penalti oleh Argentina pada hari Minggu. Sehingga mereka gagal mempertahankan gelar dunia mereka.
Klub Coman, Bayern Munich kemudian memposting pesan dukungan untuk pemain sayap berusia 26 tahun itu. Penaltinya berhasil diselamatkan kiper Argentina Emiliano Martinez, sementara upaya Tchouameni melebar.
"FC Bayern mengutuk keras komentar rasis yang dibuat terhadap Kingsley Coman," kata klub Jerman itu dalam pernyataan online.
"Keluarga FC Bayern mendukung Anda, King, Rasisme tidak memiliki tempat dalam olahraga atau masyarakat kita."
Kejadian ini seperti rasisme yang ditujukan pada Marcus Rashford, Jadon Sancho dan Bukayo Saka setelah kekalahan final Euro 2020 Inggris oleh Italia tahun lalu.
Ketiga pemain melewatkan penalti dalam kekalahan adu penalti 3-2 dan menjadi sasaran media sosial setelah pertandingan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026
-
Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?