/
Selasa, 20 Desember 2022 | 06:10 WIB
Kingsley Coman dan Aurelien Tchouameni (Tangkapan layar)

Depok.suara.com - Pemain Prancis Kingsley Coman dan Aurelien Tchouameni menjadi sasaran rasisme secara online setelah gagal mengeksekusi penalti di final Piala Dunia

Prancis dikalahkan 4-2 dalam adu penalti oleh Argentina pada hari Minggu. Sehingga mereka gagal mempertahankan gelar dunia mereka.

Klub Coman, Bayern Munich kemudian memposting pesan dukungan untuk pemain sayap berusia 26 tahun itu. Penaltinya berhasil diselamatkan kiper Argentina Emiliano Martinez, sementara upaya Tchouameni melebar.

"FC Bayern mengutuk keras komentar rasis yang dibuat terhadap Kingsley Coman," kata klub Jerman itu dalam pernyataan online.

"Keluarga FC Bayern mendukung Anda, King, Rasisme tidak memiliki tempat dalam olahraga atau masyarakat kita."

Kejadian ini seperti rasisme yang ditujukan pada Marcus Rashford, Jadon Sancho dan Bukayo Saka setelah kekalahan final Euro 2020 Inggris oleh Italia tahun lalu.

Ketiga pemain melewatkan penalti dalam kekalahan adu penalti 3-2 dan menjadi sasaran media sosial setelah pertandingan.

Load More