Depok.suara.com - Sosok Mommy ASF yang mulai ramai diperbincangkan publik usai tulisannya yang berjudul Layangan Putus di Facebook menjadi viral pada pada tahun 2019, berencana membuat novel Layangan Putus jilid 2.
Novel dengan tema perselingkuhan yang pertama kali terbit tahun 2020 itu juga diangkat menjadi serial di We TV berjudul sama dan dibintangi oleh Reza Rahardian dan Putri Marino.
Dilansir dari kanal YouTube Feni Rose, Mommy ASF yang merupakan nama pena dari Eca Prasetya awalnya bercerita bagaimana proses penulisan Layangan Putus di sela-sela kesibukannya sebagai dokter hewan di Kota Malang.
Mommy ASF mengakui bahwa penulisan novel pertamanya cukup lama karena dirinya harus mengumpulkan mood dan feel ketika menulis. Bahkan saking lamanya, Mommy ASF pernah ditanya oleh penerbit perihal kelanjutannya.
"(Soalnya) nulis enggak ada feel-nya mandek saja gitu.. Jadi sambil kerja, kadang sambil kerja sambil nulis nunggu pasien, enggak ada pasien nulis. Tapi di tempat kerja, sambil nulis, teman kerja aku 'ciye..ciye..'. Kan malas ya, hilang lagi, buyar lagi," kata Mommy ASF.
"Pernah juga penerbitnya, 'Ini mau dilanjutin apa enggak? Kalau enggak ya sudah kita cut.' Tapi aku pengen keluarin, jadi satu cerita yang utuh. Harus jadi satu yang bisa dibaca," lanjutnya.
Mommy ASF pun menyanggupi permintaan penerbit karena dirinya berharap semua cerita yang ada di pikirannya dapat diwujudkan dalam bentuk tulisan secara utuh.
Dalam perbincangannya dengan Feni Rose, Mommy ASF mengungkapkan bahwa cerita Layangan Putus masih ada lanjutannya, "Belum utuh, harusnya masih (ada lanjutannya)," ujar Mommy ASF sambil membeberkan rencananya bahwa akan ada novel kedua.
Mommy ASF pun membocorkan sedikit isi cerita yang ada di novel Layangan Putus jilid 2 dimana tokoh utama Kinan akan menjalani babak baru dikehidupannya dan berharap agar proses tersebut dapat Kinan lalui dengan kuat.
Baca Juga: Gaya Parenting Ria Ricis dan Nikita Willy Dibandingkan Netizen: Yang Onoh Peduli Konten Doang
"Kondisi Kinan yang sudah baik..sudah terbayang isinya," tutur Mommy ASF.
Mengenai judul, Mommy ASF masih mempertimbangkan mengingat isi cerita yang berbeda dengan jilid pertama. Namun demikian dirinya berharap bisa tetap menggunakan judul Layangan Putus.
"Berarti untuk penggambarannya itu aku harus mikir lagi (judulnya). We'll see lah, kita tunggu saja," pungkasnya. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik