Depok.suara.com - Kuasa hukum David, Melissa Anggraini mengungkap ada misi terselubung untuk menyelamatkan Agnes Gracia Haryanto dari jerat hukum. Hal ini setelah dalam beberapa kesempatan kuasa hukum AG mengungkap ada sosok lain yang membisik kepada Mario Dandy Satrio.
Dilihat dari akun Twitter @Melissa_An, dia mengaku heran karena adanya upaya mengkambing hitamkan orang lain agar bisa menyelamatkan Agnes. Padahal baginya hal tersebut sama sekali tak bisa menyelamatkan Agnes.
"Seolah-olah jika bukan anak berkonflik hukum AG ini pembisik awal maka ia bisa lepas dari jerat hukum. Padahal anak berkonflik hukum AG inilah yang nyata-nyata menfasilitasi pertemuan dgn anak korban D termasuk yang melakukan pembiaran tanpa pencegahan di TKP," paparnya.
Dia mengungkapkan bahwa Agnes bisa dijerat pasal pidana karena sudah tahu niat dari Dandy. Hal ini dikatakan sendiri oleh kuasa hukumnya bahwa Agnes mengetahui Dandy ingin menghabisi David.
Namun walau sudah mengetahuinya, Agnes tidak berupaya untuk mencegah. Karena itulah baginya tindakan polisi untuk menetapkannya sebagai tersangka sangat tepat.
"Tidak heran mengapa polda menetapkan anak berkonflik hukum AG ini sebagai salah satu pelaku yang peranannya sangat banyak, karena meskipun anak AG sudah tau niat jahat tersangka MDS sejak awal namun tetap saja anak AG ini menfasilitasi tersangka MDS mewujudkan niatnya tersebut," ucap Melissa.
Walau begitu dirinya sepakat bahwa jangan sampai peran Dandy dalam kasus ini dimarginalkan. Pasalnya dia lah yang menjadi aktor dalam tindakan penganiayaan tersebut.
"Saya setuju dgn kuasa hukum Anak AG bahwa jangan sampai peranan tersangka MDS dikerdilkan," pungkasnya.
Baca Juga: Rayakan Ultah, Suga BTS Beri Donasi untuk Korban Gempa Turki dan Suriah
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026