Depok.suara.com - JKT48 baru saja merilis video terbaru untuk single "Benang Sari, Putik, dan Kupu-Kupu". Namun video tersebut malah mendapat kecaman dari warganet karena dituding mempromosikan LGBT.
Special Perfomance tersebut dirilis pada Senin (14/3/2022). Video dibawakan oleh lima member yakni Marsha, Muthe, Kathrina, Ashel dan Freya.
Pada video tersebut JKT48 mulai dari musik hingga penampilan menyuguhkan nuansa Timur Tengah. Para WOTA (penggemar JKT48) pun terkesima dengan penampilan berbeda dari para member JKT48 tersebut.
Namun ada beberapa adegan dari video tersebut yang mendapat sorotan warganet. Mereka menyoroti banyaknya kontak fisik, hingga seperti sedang berciuman antar member.
Karena adegan tersebut warganet lantas mengkritik konsep dari video tersebut. Apalagi mereka menilai ada beberapa member yang masih berada di bawah umur.
ENTERTAINMENT / GOSIP
Video Lagu Baru JKT48 Dihujat dan Dianggap Terang-Terangan Promosikan LGBT
Ferry Noviandi
Selasa, 14 Maret 2023 | 18:38 WIB
Video Lagu Baru JKT48 Dihujat dan Dianggap Terang-Terangan Promosikan LGBT
Video klip lagu terbaru JKT48: "Benang Sari, Putik, dan Kupu-Kupu Malam" yang tengah viral dan menjadi kontroversi. [YouTube]
Suara.com - JKT48 baru saja merilis lagu baru bertajuk "Benang Sari, Putik, dan Kupu-Kupu Malam". Sayangnya video special performance yang dirilis mengundang kritik warganet karena dianggap mengandung unsur LGBT.
Special performance "Benang Sari, Putik, dan Kupu-Kupu Malam" dirilis pada Senin (13/3/2023). Video dibawakan oleh lima member yakni Marsha, Muthe, Kathrina, Ashel dan Freya.
JKT48 menyuguhkan nuansa Timur Tengah dari segi musik hingga penampilan para member. Banyak penggemar yang terpukau dengan konsep baru girlgrup Indonesia ini. Namun tidak sedikit yang menilai konsep yang diusung terlalu berbahaya.
Ada beberapa adegan yang menampilkan dua member seperti saling berciuman. Banyak juga kontak fisik yang dinilai tak wajar, terlebih lagi kelima member masih di bawah umur.
Baca Juga: Cinta Kuya Anak Uya Kuya Kecelakaan di Amerika Serikat
Baca Juga: Tak Seperti di NTT, Haruka Eks JKT48 dan Lee Jeong Hoon Bagikan Cerita soal Sekolah di Jepang-Korsel
Melihat adegan-adegan tersebut, warganet mengkritik konsep era baru JKT48 ini terlalu dewasa dan secara terang-terangan mempromosikan LGBT. Alhasil, banyak kritik yang diterima.
"Kalau pendapat yang serius, menurutku karyamu kali ini 'too much' (berlebihan) dan maksain. JKT48 lagi naik di TikTok, anak kecil makin banyak yang main TikTok, malah bikin video konsep dewasa, pakai talent anak bawah umur," kritik akun @Hanif***.
"Takut banget gue lihatnya. Sekarang JKT makin terang-terangan soal begituan ya?" komentar akun @asephi***.
"jot keblablasan kali ini, tinggal nunggu reaksi orang awam aja. kemungkinan terburuk sih dirujak rame", mudah mudahan gak kejadian," papar @geexxx.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi