Makkah Diserang Bom Drone Houthi Yaman

Rabu, 16 September 2026 | 11:01 WIB
Makkah diserang drone
  • Arab Saudi merontokkan drone Houthi di selatan Makkah pada Selasa malam.

  • Aksi teror ini merupakan ancaman kedua terhadap Makkah sejak serangan rudal 2017.

  • Koalisi bersumpah mengambil tindakan tegas demi menjaga keselamatan jemaah dan kota suci.

Suara.com - Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi menghancurkan pesawat nirawak bom drone milik milisi Houthi yang mencoba menerobos wilayah udara Kota Suci Makkah. Serangan drone musuh tersebut berhasil dicegat di sektor selatan sebelum sempat mendekati kawasan terlarang.

Juru bicara resmi Koalisi untuk Pemulihan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, mengonfirmasi insiden yang terjadi pada Selasa malam (15/9/2026) pukul 18.50 waktu setempat. Langkah cepat militer Saudi berhasil menghentikan potensi bahaya bagi warga dan jemaah yang sedang beribadah.

Pencegatan ini memicu kewaspadaan tinggi karena menyasar pusat ibadah umat Islam yang dipadati jemaah umrah dari berbagai negara. Pemerintah Kerajaan menegaskan tidak ada toleransi bagi tindakan teror yang mengancam keselamatan kawasan Masjidil Haram.

Potret ribuan jemaah haji tawaf di Ka'bah. (Pixabay)

"Pada Selasa malam, 15 September 2026, pukul 18.50 waktu setempat, Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone musuh yang diluncurkan oleh milisi Houthi teroris, sebelum memasuki wilayah udara terlarang di Kota Suci Makkah," kata juru bicara tersebut.

Pemerintah Arab Saudi mengecam keras manuver militer kelompok ekstremis tersebut yang dinilai merusak stabilitas kawasan. Aksi teror yang menyasar wilayah suci dianggap sebagai provokasi terbuka terhadap perasaan jutaan umat Muslim global.

Militer Saudi menegaskan bahwa pencegatan di bagian selatan Makkah ini membuktikan keandalan sistem proteksi udara Kerajaan dalam mengamankan objek vital. Langkah penyergapan dilakukan tanpa menimbulkan dampak kerusakan maupun korban jiwa di permukiman warga.

Koalisi menegaskan akan mengambil tindakan tegas dan preventif untuk melumpuhkan potensi serangan susulan dari kelompok bersenjata tersebut. Perlindungan terhadap kawasan tempat turunnya wahyu dan para peziarah menjadi prioritas utama komando militer.

"Tindakan ini hanya dapat digambarkan sebagai perbuatan tercela dan upaya untuk menargetkan tempat turunnya wahyu, tanah tempat risalah disampaikan, serta tujuan yang menjadi tempat berlabuhnya hati jutaan umat Islam dari seluruh dunia," katanya.

Kelompok Houthi dinilai sengaja menciptakan ketakutan di tengah masyarakat serta jemaah umrah yang sedang beraktivitas secara damai. Upaya konfrontasi bersenjata ini menambah panjang catatan pelanggaran keamanan yang dilakukan milisi Yaman tersebut.

"Keamanan Dua Masjid Suci dan jamaah umrah merupakan harga mati. Komando Pasukan Gabungan Koalisi tidak akan ragu mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan bersifat mencegah terhadap milisi Houthi teroris serta tindakan mereka yang bermusuhan dan teroris," demikian juru bicara tersebut.

Percobaan serangan pesawat nirawak ini mencatatkan kali kedua kota suci Makkah menjadi sasaran tindakan bermusuhan dari kelompok Houthi. Insiden serupa pertama kali terjadi pada 27 Juli 2017 ketika milisi tersebut mencoba meluncurkan rudal balistik ke arah kota yang sama.

Latar belakang ancaman terhadap Makkah berkali-kali terjadi seiring dinamika konflik berkepanjangan antara milisi Houthi Yaman dan pasukan koalisi pimpinan Saudi. Keamanan di seluruh perbatasan udara Kerajaan kini terus diperketat guna mengantisipasi ancaman serangan jarak jauh mendadak.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com