Depok.suara.com - Otto Hasibuan, pengacara Jessica Wongso disebut mengalami banyak tekanan saat ingin membela kliennya. Disebutkan olehnya saat itu para pendeta sampai menelepon untuk melarang.
Dilihat dari video Netflix, Otto Hasibuan menyatakan para pendeta itu menelpon untuk melarang menangani kasus tersebut. Apalagi banyak yang kontra kepada Jessica Wongso pada awal kasus tersebut.
"Ada seorang pendeta khusus menelpon saya WA saya melarang saya jangan menangani kasus ini. Mereka benci sekali pada saya pada waktu itu,"katanya.
Otto Hasibuan melihat bagaimana Jessica Wongso sangat disalahkan ketika itu. Padahal belum ada bukti yang kuat mengenai keterlibatan Jessica Wongso.
Namun jelasnya hampir 99 persen orang Indonesia telah menuduh Jessica Wongso sebagai pelaku. Sehingga tekanan kepada Otto Hasibuan sangat besar.
"Tapi saya tetap tegar ini layak dibela hampir 99 persen masyarakat Indonesia menyatakan Jessica bersalah. Tekanan itu luar biasa. Sangat berat sekali," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Meski Sering Curhat, Jessica Wongso Pernah Sebut Mirna Salihin Bukan Teman Dekatnya
-
Kasus Pembunuhan Mirna Kembali Ramai, Simak 6 Gejala Keracunan Sianida
-
Jessica Wongso Tolak Ajukan Grasi dan Minta Ampunan ke Presiden, Ini Alasannya
-
Intip Rumah Mewah Otto Hasibuan, Pengacara Kondang Mertua Jessica Mila
-
Ungkap Kejanggalan Kasus Kopi Sianida, Tayangan Otto Hasibuan dan Karni Ilyas Mendadak Hilang
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Jangan Gegabah Memasukkan Jurnalisme ke UU Hak Cipta
-
Bedak Sariayu Tabur Harga Berapa? Ini 2 Varian yang Kurangi Kilap, Lengkap Ulasan Pembeli
-
IHSG Loyo Nyaris ke Level 5.900, 501 Saham Kebakaran
-
Dipanggil Presiden ke Istana, Dirut PLN Minta Maaf soal Gangguan Kelistrikan Nasional
-
Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Tak Bisa Bendung Kebahagiaan
-
Cerita Inspiratif: Desa Batuah Menyulam Harapan dari Hasil Alam
-
Kompak Jadi Aib, Piala Dunia 2026 Tak Ubahnya Panggung untuk Permalukan Anak Emas AFC
-
Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran
-
Kompetisi Modifikasi Jadi Puncak Perayaan 10 Tahun Aerox Alpha di Jakarta
-
Gemilang Palembang Raya x DKG 2026 Siap Digelar, QRIS Sumsel Tumbuh 46 Persen