/
Kamis, 22 Desember 2022 | 13:15 WIB
Jokowi Baperan, NasDem: Presiden juga Manusia, Tetap Ada Kekurangan. (Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) gerah dan merasa dikambinghitamkan setelah dituding telah mengintervensi segala hal. Jokowi pun sempat menyindir balik pihak-pihak yang menuduhnya itu. 

Terkait hal itu, Partai NasDem menganggap wajar jika Jokowi terbawa perasaaan alias baper setelah merasa dikambinghitamkan.  Menurut Ketua DPP Partai NasDem Effendi Choirie, meski menjadi kepala negara, Jokowi tetap punya perasaan karena manusia biasa. 

"Ya presiden juga manusia, pasti ada bapernya juga," kata pria yang akrab disapa Gus Choi seperti dikutip dari Suara.com, Kamis (22/12/2022).

Gus Choi mengatakan sebagai manusia, Jokowi atau dirinya sekalipun tentu tidak bisa sempurna.

"Tetap ada kekurangan, tetap ada batasnya," kata Gus Choi.

Curhat Merasa Dikambinghitamkan

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyindir pihak-pihak yang kerap menuduh dirinya serta Istana karena dianggap selalu mengintervensi segala hal. Padahal ditegaskan Jokowi hal itu tidak pernah dilakukan.

Jokowi mengatakan bahwa memang paling enak mengambinghitamkan presiden dan Istana.

"Tapi yang paling enak itu memang mengambinghitamkan, menuduh presiden, Istana, Jokowi, paling enak itu. Paling mudah dan paling enak," kata Jokowi di HUT ke-16 Partai Hanura di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (21/12/2022).

Baca Juga: Ketua Dewan OJK Akui 'Pusing' Urus Aset Kripto di Indonesia, Aset Sulit Diatur

Jokowi sebelumnya mengaku risau bakal menjadi pihak yang dituduh kembali masalah pembentukan koalisi. Ia khawatir ada partai yang bakal menyalahkan lingkaran Istana kalau-kalau gagal membentuk koalisi.

Kekhawatiran Jokowi bukannya tanpa sebab. Ketakutan Jokowi itu didaskan pengalaman dirinya menjadi tertuduh hanya karena ada partai tidak lolos menjadi peserta Pemilu 2024.

"Yang saya takutkan nanti kalau ada yang gagal koalisi. Gagal koalisi nanti yang dituduh Istana lagi. Ini Istana, ini Istana, ini Istana," kata Jokowi di HUT ke-16 Partai Hanura di JCC Senayan, Jakarta, Rabu. Padahal dikatakan Jokowi, dirinya ditidak mengerti urusan terkait koalisi yang menjadi urusan partai politik.

"Padahal kita itu enggak ngerti. Koalisi antarpartai antarketua partai yang ketemu," ujar Jokowi.

(Sumber: Suara.com)

Load More