Kasus penembakan yang diduga dialami oleh Habib Bahar bin Smith di kawasan Bogor, Jawa Barat masih diselidiki polisi. Namun, sejauh ini, polisi belum memastikan jika eks pentolan Front Pembela Islam alias FPI itu sebagai korban penembakan orang tak dikenal (OTK).
Pernyataan itu disampaikan Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Ibrahim Tompo saat menjelaskan perkembangan dari laporan Habib Bahar bin Smith yang mengaku menjadi korban pelaku penembakan misterius.
"Belum ada kesimpulan terkait tentang kejadiannya, termasuk penyebab lukanya," kata Ibrahim seperti dikutip dari Suara.com, Selasa (16/5).
Ibrahim menyebut pihak kepolisian masih memastikan bekas luka yang ada di tubuh Habib Bahar melalui hasil visum. Dia menerangkan Habib Bahar mengalami luka saat memeriksa mobilnya yang tiba-tiba mengalami kendala teknis.
"Hasil visum belum keluar. Saat membuka kap mobil korban mengalami luka," jelas Ibrahim.
Diketahui, Habib Bahar diduga ditembak pelaku misterius di dekat Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Dinas Perhubungan, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Dalam laporan yang diterima pihak kepolisian, ada luka di bagian perut Habib Bahar lantaran diduga ditembak.
Setelah menerima laporan, polisi lalu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian. Namin, polisi tidak menemukan adanya bekas proyektil peluru.
"Tidak ada (proyektil)," kata Kombes Ibrahim Tompo kepada wartawan, Senin kemarin.
Ibrahim menyebut polisi hanya mendapati bercak darah di sorban milik Habib Bahar. Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dari rumah sakit.
"Bercak darah ada pada sorban. Tidak ditemukan bercak darah (di TKP) dan selongsong peluru," ujar Ibrahim.
Habib Bahar dilaporkan mengalami luka di area perut pasca penembakan itu. Ibrahim menyampaikan tidak ada saksi yang melihat kejadian penembakan itu.
"Ada luka di sekitar perut," tegas Ibrahim.
(Sumber: Suara.com)
Berita Terkait
-
Habib Bahar Ditembak hingga Sorban Kena Bercak Darah, Pengacara: Mohon Doa dari Seluruh Umat
-
Pengacara: Habib Bahar Sudah Divisum Usai Ditembak Sosok Misterius
-
Habib Bahar Smith Luka Tertembak di Perut, Pengacara: Alhamdulillah Habib Sehat, Sudah bisa ke Mana-mana
-
Dorr! Habib Bahar Smith Luka-luka di Bagian Perut usai Ditembak Pelaku Misterius
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba