Suara.com - Ketegangan Marshanda dan Ben Kasyafani terkait pengasuhan Sienna, buah hati mereka, telah ditangani Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Selasa (17/6/2014) lalu, Ben bahkan memenuhi panggilan KPAI guna mengklarifikasi kisruh rumah tangganya dengan Caca-begitu Marshanda biasa disapa, yang disulut masalah hak asuh anak.
"Memang ini diundang sama KPAI terkait Sienna. Karena diundang, ditanyakan dan diklarifikasi oleh KPAI, kita jawab apa yang kita rasakan," ungkap Zubaidah Jufri, kuasa hukum Ben dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu (21/6/2014).
Dalam pertemuan tersebut, Ben mengutarakan kesulitannya bertemu Sienna yang saat ini berada di bawah pengasuhan Caca. "Di sana Ben menceritakan selama ini nggak bisa bertemu dengan anaknya," jelas Zubaidah.
Sebelum kedatangan Ben, katanya, kubu Marshanda sudah duluan dimintai keterangan. "Pihak Marshanda sudah datang duluan ke KPAI untuk menyampaikan persoalan mengenai hak asuh buah hatinya," katanya.
Pemanggilan tersebut buntut dari aduan Caca yang meminta perlindungan atas Sienna kepada lembaga KPAI. Caca beralasan tindakan Ben yang sering membawa Sienna secara paksa dan tak bisa mengontrol emosi akan berdampak buruk terhadap kondisi mental dan kesehatan buah hatinya.
“Kami sudah melakukan klarifikasi untuk Sienna. Kami sudah melaporkan ke KPAI tanggal 10 (Juni) kemarin,” ungkap Afdal Zikri, kuasa hukum Caca.
Sebelum meminta perlindungan KPAI, sebelumnya Marshanda sudah lebih dulu berkonsultasi dengan pemerhati anak Seto Mulyadi.
“Jadi sebelumnya kita ketemu sama kak Seto, (untuk menanyakan) bisa nggak tindakan kami ini untuk memberikan perlindungan. Lalu setelah itu kami lanjut ke KPAI,” lanjutnya.
Kedatangan Caca sekaligus memohon perlindungan terhadap Sienna dari hal-hal kurang baik yang mungkin saja terjadi selama sidang perceraiannya berlangsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
After Earth Malam Ini: Will Smith dan Jaden Smith Harus Bertahan Hidup di Bumi yang Mengerikan
-
Nikah di Italia Berbiaya Rp1 Miliar, Lina Mukherjee Akui Ingin seperti Artis Bollywood
-
Meisya Amira Jadi Wanita Tunawicara yang Menggila di Film Juminten Edan
-
Gugat Cerai Brian Siawarta, Rafaela Rahardja Sebut Sang Suami Sudah Mundur dari Pendeta Sejak Lama
-
Gas Melon Langka di Indramayu, Lucky Hakim Endus Praktik Pengoplosan: Pertamina Harus Gandeng Polisi
-
Rafaela Rahardja Jalani Sidang Cerai Perdana dengan Brian Siawarta, Ungkap Isu KDRT sebagai Pemicu
-
Siapa Saja Mantan Ayu Ting Ting? Ini Daftarnya dan Pekerjaan Mentereng Mereka
-
Bukan Sekadar Duta, Alasan FFI Pilih Morgan Oey Ternyata Berkaitan dengan Misi Besar Ini
-
Rizky Billar Hasut Publik Report Akun Facebook Matamata.com Karena Dinilai Sebarkan HOAX
-
Pesta Timuran Jaksel Siap Digelar di CIBIS Park, Hadirkan 20 Musisi dan Ragam Kultur Indonesia Timur