Entertainment / Gosip
Minggu, 05 Juli 2015 | 15:00 WIB
Para Artis figuran; Vidya, Lisa, Yuwita. [suara.com/Ismail, nanda, yazir]

Rela Dibayar Rp60 ribu-Rp90 ribu sekali Syuting

Namanya Yuwita Novianti. Perempuan kelahiran 11 November 1991 ini mulai menjadi pemain ekstra (figuran) sinetron sejak Desember 2014. Saat ini, dia seringkali muncul di sinetron laga 7 Manusia Harimau.

Menurut Yuwita, profesi pemain ekstra yang dijalaninya sekarang hanya untuk mengisi kekosongan. Ternyata dia punya pekerjaan utama, yakni sebagai guru Matematika di SMP Taruna Baja, Cibubur, Jakarta Timur.

"Kebetulan saya cuma ngajar Senin sampai Rabu saja. Sisanya saya syuting di sini," katanya baru-baru ini.

Yuwita mulai mengajar dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB. Usai itu, dia bantu-bantu di Yayasan sekolah tersebut. Bekerja keras adalah salah satu prinsip yang dipegang sejak dulu.

Bagi Yuwita, menjadi pemain ekstra bukan lah hal memalukan. Justru, dia bangga bisa menjalani dua profesi berbeda bersamaan. Apalagi, profesi tersebut memberikan penghasilan tambahan .

"Sekali syuting dibayar Rp 60 ribu sampai Rp 90 ribu," ucapnya.

Bicara suka duka selama menjadi pemain ekstra, Yuwita punya banyak cerita. Berita senangnya, dia tak jarang mendapat jatah dialog sehingga bayarannya pun berlipat. Pernah juga dia mendapat panggilan namun tak beradegan. Untungnya tetap dibayar.

"Kalau nggak enaknya suka direndahkan karena cuma pemain ekstra. Tapi saya selalu belajar dari artis-artis di sini. Bagaimana cara berekspresi dan lain-lain," katanya.

Meski kerap direndahkan, kata Yuwita, dirinya tak pernah mendapat pengalaman kurang mengenakan dari para kru sinetron amupun produser, seperti mislanya digoda atau diajak kencan semalam.

"Kalau begitu mah mending nggak usah. Alhamdulillah nggak ada yang negatif kayak gitu," ujarnya.

Di sinetron 7 Manusia Harimau, Yuwita berperan sebagai Prajurit Saga. Agar adegannya maksimal, dia juga mendapat pelatihan berkelahi. "Hasilnya lumayan lah di kamera, hehehe," ucapnya bangga.

Terpaksa Bayar Rp1 Juta demi eksis di layar kaca

Vidya Anggraeni sudah memulai kiprahnya sebagai ekstras sinetron dan film sejak 2008. Latar belakangnya yang pernah main tetaermembuatnya tak kesulitan beradegan.

"Jadi dulu aktif di teater, nah saat ada pertunjukan saya dapat peran sebagai seorang dokter antagonis," kata Vidya ditemui suara.com di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan beberapa waktu yang lalu.

"Dulu tuh judul De Item. Itu kalau nggak salah bareng si Adi Bing Slamet sama yang main Entong," lanjutnya Vidya.

Waktu itu, Vidya hanya dibayar Rp50 ribu. Maklum, perannya hanya sekedar lewat saja. Setelah mendapt dialog, honornya naik menjadi Rp75 ribu. Hal ini memotivasi Vidya menjadi seorang artis. Sayang, tak satupun peran utama dia dapatkan.

"Udah itu beberapa kali ikut casting kayak iklan, sinetron dan film," lanjutnya.

Meski gagal di sinetron dan film, Vidya beruntung pernah tampil di beberapa iklan televisi. "Sinetron film jarang dapat tapi kalau iklan lumayan banyak tapi lupa iklan-iklan apa aja," jelasnya.

Demi eksis tampil dilayar kaca, Vidya bahkan rela merogoh kocek pribadinya. "Saat itu agency minta duit Rp1 juta. Tapi saya bayar setengahnya dulu, kan dulu duit sejuta gede juga," jelasnya.

Lulus kuliah Vidya kembali menjajal peruntungannya menjadi seorang artis. Kali ini dia menggunakan strategi baru.

"Sekarang tuh lebih ikut-ikut ke ajang pemilihan-pemilihan atau ikut lomba-lomba model, soalnya dari beberapa casting aku lihat yang lolos kebanyakan cewe-cewe yang udah jadi model," lanjutnya. (naskah & foto: Ismail, Yazir Farouk, Nanda Hadiyanti)  

Load More