- BRI Manajemen Investasi resmi meluncurkan produk ETF berbasis emas bernama Reksa Dana Syariah BRI MI Gold ETF Syariah berkode XDES.
- Instrumen investasi baru ini menggunakan aset dasar Electronic Gold Receipt berstandar SNI dan LBMA dengan harga terjangkau Rp1.000 per unit.
- Produk keuangan ini ditujukan sebagai sarana diversifikasi portofolio jangka panjang yang aman, likuid, dan terintegrasi dengan bursa efek.
Suara.com - T BRI Manajemen Investasi (BRI MI) secara resmi mengambil langkah strategis dengan berpartisipasi dalam peluncuran perdana produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis aset emas.
Kehadiran instrumen investasi terbaru ini diharapkan mampu menjawab tingginya animo masyarakat, khususnya kalangan investor di usia produktif yang berada di berbagai kota besar, yang tengah mencari alternatif diversifikasi portofolio yang aman, likuid, dan terintegrasi penuh dengan sistem bursa modern.
Berdasarkan rilis informasi resmi yang tertuang dalam Pengumuman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bernomor PENG-411/KSEI.3.JKU/ISIN/082026, produk reksa dana inovatif besutan BRI MI tersebut telah sah terdaftar dengan kode ISIN IDN000597408.
Di lantai bursa, instrumen ini menyandang nama resmi Reksa Dana Syariah BRI MI Gold ETF Syariah dan siap ditransaksikan oleh publik menggunakan kode efek XDES.
Diklasifikasikan ke dalam jenis efek Mutual Fund (kode CFI: CEOGMU), produk ini ditawarkan dengan nilai nominal yang sangat terjangkau bagi berbagai lapisan pemodal, yakni sebesar Rp1.000 per unit.
Guna memastikan transparansi dan keamanan tata kelola dana nasabah, penerbitan XDES ini turut menggandeng PT Bank CIMB Niaga Tbk yang diberikan mandat untuk bertindak sebagai Bank Kustodian.
Aspek fundamental yang membedakan XDES dengan instrumen sejenis lainnya terletak pada struktur aset dasar atau underlying asset yang dijaminkan.
Mekanisme pengelolaan portofolio reksa dana XDES ini akan berfokus pada instrumen aset emas dalam wujud Electronic Gold Receipt (EGR). Penggunaan EGR ini bukan sekadar digitalisasi instrumen, melainkan sebuah jaminan kepastian nilai bagi para pemegang unit penyertaan.
Aset emas fisik yang menjadi landasan utama portofolio ini dipastikan telah memenuhi klasifikasi kemurnian tingkat tinggi. Emas tersebut dijamin memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun standardisasi internasional yang ditetapkan oleh London Bullion Market Association (LBMA).
Baca Juga: BRI Danareksa Revisi Turun Target Harga Saham BRMS, Kinerja Jadi Sebab
Kualifikasi ketat ini memberikan jaminan berlapis bahwa kualitas emas yang menopang produk XDES memiliki nilai fundamental yang diakui secara global dan terbebas dari risiko fluktuasi kualitas komoditas.
Dalam kerangka perencanaan keuangan modern, ETF emas diposisikan bukan sebagai instrumen spekulasi berisiko tinggi yang mentargetkan keuntungan instan, melainkan sebagai instrumen diversifikasi portofolio jangka panjang yang esensial. Emas memiliki rekam jejak historis yang teruji sebagai benteng pertahanan nilai kekayaan terhadap gerusan inflasi dan volatilitas pasar ekuitas.
Melalui integrasi langsung dengan sistem sekuritas pasar modal, para pemodal dapat melakukan eksekusi pesanan jual maupun beli secara seketika (real-time) di pasar sekunder kapan saja selama jam perdagangan bursa berlangsung. Kemudahan pencairan dana yang ditopang oleh volume likuiditas yang disediakan di bursa menjadikan XDES sebagai instrumen investasi yang sangat adaptif.
Hal ini memberikan keleluasaan bagi para pemodal untuk memutar arus kas finansial mereka dengan cepat, aman, dan tanpa harus melewati birokrasi panjang yang umumnya menyertai transaksi perpindahan tangan aset komoditas fisik.
Berita Terkait
-
BRI Dukung Edukasi Keamanan Transaksi Digital dan Bahaya Modus Penipuan di Situbondo
-
Danantara Housing Expo 2026, BRI Dukung Program 3 Juta Rumah
-
ETF Emas Resmi Diluncurkan, Airlangga Pede Bisa Saingi Singapura hingga India
-
Pajak EGR Dinilai Bikin Transaksi Emas Elektronik Seret, Airlangga Turun Tangan
-
Belanja Tas dan Sepatu PEDRO Dapat Diskon Rp300 Ribu, Begini Cara Klaim Promo BRI!
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kemarau, tapi Air Muara Musi Diprediksi Naik 3,7 Meter Sore Ini
-
Review Serial Our Sticky Love: Kisah Asmara Unik Mantan Petinju dan Jaksa
-
Hadiri Kirab Merah Putih FMP ke-11, Adityawarman Adil: Perkuat Cinta Tanah Air
-
Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone
-
Syahrini Kembali ke Dunia Musik, Rilis Lagu 'Kau yang Utama'
-
Topan Dolphin Mengamuk Dua Kali di China, Lebih 1 Juta Warga Dievakuasi
-
Papua Bukan Tanah Kosong! Masyarakat Adat Nabire Tolak Tambang dan Pembanguna Pos Militer
-
Karhutla Hanguskan 18 Hektare Hutan di Sukabumi, Sejumlah Titik Masih Berasap
-
IHSG Anjlok ke Level 6.300 Hari Ini, GMFI Hampir ARA
-
Purbaya Minta Bea Cukai Perketat Pengawasan Laut di Perbatasan Timur RI