Suara.com - Artis Laudy Cynthia Bella meraih penghargaan Pemeran Utama Wanita Terpuji Festival Film Bandung (FFB) ke-28 Tahun 2015 berkat aktingnya di Film "Surga yang Tak Dirindukan", di Monumen Perjuangan Rakyat (Monju) Jawa Barat, Kota Bandung, Sabtu malam (12/9/2015).
Artis yang juga tergabung dalam grup vokal "Bukan Bintang Biasa" ini berhasil menyisihkan Dewi Irawan yang bermain di "Tabula Rasa", Dian Sastrowardoyo dalam film "7 Hari 24 Jam", Laura Basuki dalam "Love and Faith", dan Nirina Zubir dalam "99 Persen Muhrim Get Married 5" di kategori Pemeran Wanita Terpuji FFB 2015.
Penghargaan dari FFB tersebut merupakan kali kedua yang diterima oleh Laudy Cynthya Bella setelah dia dinobatkan pada kategori yang sama di FFB Tahun 2005 lewat aktingnya di Film "Virgin".
"Terima kasih buat Allah SWT, buat keluarga saya dan buat Mas Hanung Bramantyo atas kepercayaannya untuk memesankan salah satu peran di film ini," kata Bella yang mengenakan busana hijab berwarna hitam.
Ia mengaku kaget atau tidak menyangka bisa kembali meraih penghargaan untuk yang keduanya kalinya di Festival Film Bandung.
"Tentunya kaget, dan saya kira karakter Arini di film ini lumayan sulit untuk dipesankan. Tapi berkat dukungan tim seperti sutradara akhirnya saya bisa dapat penghargaan ini," kata dia. (Antara)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Dituduh Remas Bokong Taylor Swift, DJ Ini Gugat Balik
Dua Orang Tewas saat Syuting Film Tom Cruise
Empat Tabu Steve Jobs yang Kini Dilanggar Apple
Ngotot Penjarakan Dirinya, Farhat Sebut Ahmad Dhani Aneh
Bobby Brown 'Salahkan' Whitney atas Kematian Putrinya
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan