Suara.com - Matt Hart, salah satu personel Arkarna, mengutarakan kekecewaannya dengan seruan Donald Trump tentang larangan muslim mengunjungi Amerika Serikat (AS). Bakal calon presiden AS dari Partai Republik itu diketahui berseru keras tak pandang bulu, (bahwa) siapa pun yang beragam Islam dilarang menginjakkan kakinya di Amerika, termasuk wisatawan.
"Sedih banget (dengan himbauan Trump itu) ya. Apalagi dibawa-bawa ke politik. Bukan hal yang harus disangkut-pautkan. Orang harus tahu dulu, research dulu, jangan asal judge ke salah satu kepercayaan. Sedih dengan diskriminasi seperti itu," ujar Matt, ditemui di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2015).
Apalagi bagi Matt, dirinya sudah beberapa waktu ini menetap di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Matt pun justru menilai masyarakat di sini sangat baik kepada orang asing seperti dirinya.
"Saya diterima dengan tangan terbuka di sini. Tiap balik ke sini dapat senyuman, selalu dapat pelukan hangat, dianggap saudara. Jadi saya sedih banget dengan anggapan-anggapan di luar sana," ungkapnya.
Makanya, di saat banyak orang menyebarkan pesan kebencian seperti itu, Matt pun ingin menyebarkan pesan damai. Dia mengatakan akan menyerukan rasa damai itu lewat lagu-lagu Arkarna.
"Di saat banyak yang menebar pesan kebencian, kami (Arkarna) berharap musik kami bisa membawa pesan cinta," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BPS: Belanja Kendaraan Koperasi Merah Putih Sudah Masuk Investasi Kuartal I 2026
-
Tramadol Obat Apa? Disebut Dedi Mulyadi Jadi Pemicu Naiknya Kriminalitas di Jawa Barat
-
Warteg dalam Perspektif Gender: Tempat Makan yang Tak Ramah Perempuan
-
Ditolak Warga, Menteri Lingkungan Hidup: Bangunan Pabrik Sampah PSEL Mirip Mal
-
4 Rekomendasi Moisturizer Panthenol untuk Perbaiki Skin Barrier, Mulai Rp30 Ribuan
-
Penampakan Mobil yang Dipakai Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Saat Ditangkap KPK
-
Ribuan Dolar Singapura Disita KPK dari Ruang Kepala Imigrasi Jaksel Winarko
-
Sumber Kekayaan Asila Maisa, Bantah Beli Barang Mewah Pakai Uang Ayah yang Jadi Wabup
-
Oppo Reno16 F 5G Eco Pack Pecahkan Batas Smartphone AI, Satukan ChatGPT, Gemini, dan Perplexity
-
Ulasan The Law Cafe: Mengurai Makna Keadilan di Luar Ruang Sidang