Suara.com - Majelis Hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan dalam sidang beberapa waktu lalu menberikan kesempatan kepada Nikita Mirzani dan Dipo Latief untuk melakukan mediasi selama tiga minggu. Saat itu, ditunjuklah hakim mediator dari pihak pengadilan.
Ternyata belum genap tiga minggu dari waktu yang diberikan, Nikita Mirzani selaku penggugat meminta agar majelis hakim menyudahi mediasi yang dilakukan. Alasannya agar sidang pada 19 September mendatang bisa dilanjutkan ke materi gugatan.
"Hari ini sudah selesai (mediasi) alhamdulillah, jadi sudah nggak ada mediasi lagi. Niki minta di-deadlock dan dipercepat semua urusannya supaya lebih enak aja lah. Kalau sudah jelas kan enak, Niki mau jalan sama siapa juga jadinya nggak gosip atau fitnah," ujar Nikita Mirzani, saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Senin (10/9/2018).
Sidang lanjutan sendiri berlangsung hari ini, namun Nikita Mirzani tak hadir dan hanya diwakili pengacara. "Iya, sidangnya pagi tadi jam 9. Niki nggak datang, cuma lawyer antar lawyer aja," kata ibu dua anak ini.
Fahmi Bachmid selaku kuasa hukum Nikita Mirzani membenarkan ucapan kliennya tersebut. Menurut Fahmi, pada prinsipnya mediasi sudah tidak mungkin lagi dijalani.
"Jadi kami meminta pokok perkara supaya diproses lebih lanjut. Artinya, isbat nikah dan gugatan cerainya segera diproses. Karena mediasi sudah diberi kesempatan berkali-kali dan itu sesuai aturan Mahkamah Agung," kata Fahmi di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Senin (10/9/2018).
"Mediasi satu sampai tiga kali tidak ada, kami ditanya, mau mediasi di luar atau bagaimana, pada akhirnya kami bertahan pada gugatan. Karena ada hal-hal yang sifatnya prinsip," sambung Fahmi.
Baca Juga: Diminta Jadi Istri Kedua, Shinta Bachir: Nggak, Sakit Dikhianati!
Berita Terkait
-
Kawal Sidang Nikita Mirzani, Rieke Diah Pitaloka Cium Aroma 'Paket Kilat' Putusan Kasasi MA
-
Gugat Cerai Brian Siawarta, Rafaela Rahardja Sebut Sang Suami Sudah Mundur dari Pendeta Sejak Lama
-
Rafaela Rahardja Jalani Sidang Cerai Perdana dengan Brian Siawarta, Ungkap Isu KDRT sebagai Pemicu
-
Pintu Didobrak Hingga Dibentak Oknum Pejabat, Choky Sitohang Alami Intimidasi
-
Cuma Dikasih Makan Gratis, Farida Nurhan Ngamuk Diminta Review Restoran Besar Tanpa Bayaran
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
After Earth Malam Ini: Will Smith dan Jaden Smith Harus Bertahan Hidup di Bumi yang Mengerikan
-
Nikah di Italia Berbiaya Rp1 Miliar, Lina Mukherjee Akui Ingin seperti Artis Bollywood
-
Meisya Amira Jadi Wanita Tunawicara yang Menggila di Film Juminten Edan
-
Gugat Cerai Brian Siawarta, Rafaela Rahardja Sebut Sang Suami Sudah Mundur dari Pendeta Sejak Lama
-
Gas Melon Langka di Indramayu, Lucky Hakim Endus Praktik Pengoplosan: Pertamina Harus Gandeng Polisi
-
Rafaela Rahardja Jalani Sidang Cerai Perdana dengan Brian Siawarta, Ungkap Isu KDRT sebagai Pemicu
-
Siapa Saja Mantan Ayu Ting Ting? Ini Daftarnya dan Pekerjaan Mentereng Mereka
-
Bukan Sekadar Duta, Alasan FFI Pilih Morgan Oey Ternyata Berkaitan dengan Misi Besar Ini
-
Rizky Billar Hasut Publik Report Akun Facebook Matamata.com Karena Dinilai Sebarkan HOAX
-
Pesta Timuran Jaksel Siap Digelar di CIBIS Park, Hadirkan 20 Musisi dan Ragam Kultur Indonesia Timur